TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat sebanyak 40,5 hektare lahan terpantau mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kemunculan hotspot selama periode Januari hingga Juli 2026.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi, saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Kamis (23/7/2026).
"Untuk dari Januari sampai Juli 2026 sekitar 40,5 hektare," ujarnya.
Samsuhadi mengatakan, lahan seluas 7 hektare di Kecamatan Renah Mendaluh terdampak hotspot maupun kejadian karhutla.
Sementara itu, di Kecamatan Batang Asam, luas lahan yang terdampak mencapai 31,5 hektare.
Selain itu, lahan seluas 0,5 hektare di Kecamatan Merlung dan 1,5 hektare di Kecamatan Senyerang juga terdampak hotspot maupun karhutla.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
"Kita mengimbau kepada masyarakat supaya saat membuka lahan jangan dibakar," pungkasnya.
(Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Asap Membubung Tinggi di Kumpeh dan Kekhawatiran Warga Akan Meluasnya Karhutla