Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie 'Dokter Marah-marah'
Fadhila Rahma July 23, 2026 02:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Keputusan tak terduga dilakukan pengacara Hotman Paris yang mundur dari posisi pengacara eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Diakui Hotman Paris alasan dirinya mengundurkan diri tak lain karena masalah kesehatan.

Febrie bahkan sempat meminta Hotman Paris untuk menunda pengobatannya, namun Hotman Paris menolak.

Febrie merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi PT Asabri periode 2020-2024 yang disertai dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Saya sudah dari dua hari lalu sudah kasi tahu ke klien saya, Febrie Adriansyah, saya mengundurkan diri,” kata Hotman kepada wartawan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dia menjelaskan, keputusan mundur ini diambil karena pertimbangan kesehatannya.

Dia yang mengidap penyakit saraf terjepit diharuskan menjalani perawatan mendalam dan istirahat yang cukup.

“Menurut dokter di sana, dua minggu enggak boleh kerja. Anda tahu kan saya kerja dua minggu ini? Ya Anda tahulah kasusnya kan? Ya akhirnya makin parah,” kata dia.

Setelah memutuskan mundur dari pengacara mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Hotman Paris akan bertolak ke Singapura.

Menurut Hotman, dia harus melanjutkan perawatan karena kondisinya mulai memburuk lagi sejak empat hari yang lalu. 

“Besok subuh saya akan terbang ke Singapura. Itu yang pertama. Jadi dokter sana sudah marah-marah kenapa kerja gitu lho,” kata dia saat ditemuk di Rumah Sakit Medistra, Kamis (23/7/2026).

Dia sudah merasa sakit di punggungnya sejak bulan Mei.

Untuk meredakan rasa sakit, dia sempat menjalani terapi akupuntur di rumah pijit Kelapa Gading dan rumah sakit di Jakarta Selatan. 

Namun, sakitnya makin menjadi-jadi. Dia pun harus menghadapi ketakutannya dengan ruang operasi dan jarum suntik.

Pada tanggal 9 Juli 2026, dua hari sebelum Febrie ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri.

Empat hari setelah operasi, Hotman langsung keluar dari rumah sakit. Padahal, harusnya dia beristirahat selama dua pekan penuh di rumah sakit.

“Dan akhirnya dioperasi dibius total, dua malam opname. Harusnya empat malam opname, tapi seperti biasa aku raja bandel, baru dua malam aku kabur ke Hilton Hotel di Singapura, padahal dokter-dokternya marah, enggak boleh,” tutur dia.

Pada 17 Juli 2026, Hotman muncul di Kejaksaan Agung untuk mendampingi Febrie dalam pemeriksaan sebagai Tersangka.

Kemudian tanggal 19 Juli 2026, Hotman mulai merasa kesakitan lagi. Dia pun meminta obat penghilang sakit kepada dokter di Rumah Sakit Medistra.

Baru di Selasa (21/7/2026) lalu Hotman memutuskan mundur dari pengacara Febrie karena ingin melanjutkan pengobatan maksimal.

Saat itu Febrie minta Hotman menunda keputusan itu. Namun Hotman bilang, kondisinya tak memungkinkan untuk penundaan pengobatan.

“Tapi kalau begini gua enggak bisa lagi karena dokter Singapura pun sudah marah-marah gitu loh, 'Why you work?' gitu loh,” ujar dia.

Penanganan kasus Febrie akan tetap dilanjutkan tim pengacara Massagus Farizi.

“Kan ada pengacaranya Pak Farizi, ada. Itu pensiunan jaksa senior itu. Tapi memang dulu pernah kerja sama gue juga, pernah anak buah saya. Dan ada tim lain,” ungkap dia.

(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.