Tumpahan Solar di Kulon Progo Kerap Memakan Korban, Paling Sering di Tikungan Jalan
Joko Widiyarso July 23, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat puluhan kejadian tumpahan solar di jalanan sepanjang 2026 ini. Tumpahan solar itu kerap menimbulkan korban terluka.

Kepala Seksi Damkarmat, BPBD Kulon Progo, Raden Chris Hartanto mengatakan sejak Januari hingga Juli 2026 ini tercatat sebanyak 40 temuan tumpahan solar di berbagai ruas jalan di wilayah Kulon Progo.

"Paling banyak tumpahan solar ada di tikungan jalan," kata Chris pada Kamis (23/07/2026).

Menurut data yang diberikan, kejadian tumpahan solar paling banyak ada di Jalan Kemiri, wilayah Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih. Persisnya di tikungan sisi selatan Underpass Kemiri.

Chris mengaku sulit untuk memastikan apa dan bagaimana tumpahan solar bisa terjadi. Namun mengacu pada keterangan dari warga, tumpahan solar kemungkinan terjadi akibat tutup tangki bahan bakar kendaraan yang tidak tertutup rapat.

"Bisa juga karena isi tangki terlalu penuh, sehingga saat melewati tikungan, solarnya tumpah ke jalan," ujarnya.

Nahasnya, tumpahan solar itu kerap tak terlihat oleh para pengendara yang melintas. Alhasil mereka pun tak bisa menghindar dan akhirnya terjatuh akibat kondisi jalan yang licin karena tumpahan solar, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Damkarmat Kulon Progo biasanya langsung melakukan penanganan jika ada laporan tumpahan solar yang masuk. Penanganan perlu segera dilakukan agar tidak semakin banyak korban yang jatuh.

"Biasanya dibersihkan dengan cara disikat memakai cairan sabun, lamanya pembersihan tergantung dari banyaknya tumpahan solar," jelas Chris.

Tangki harus tertutup rapat

Ia pun berharap para pengendara mobil, terutama kendaraan dengan bahan bakar solar agar selalu memastikan tangki dalam kondisi tertutup rapat. Sebab bisa meminimalisasi terjadinya tumpahan solar ke jalanan.

Ahmadi merupakan salah satu warga yang pernah menjadi korban tumpahan solar di jalan. Ia pernah jatuh dari sepeda motornya usai melewati tumpahan solar di tikungan dekat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jogoyudan, Wates.

Ia mengaku saat itu tidak bisa melihat bahwa yang dilewati adalah tumpahan solar. Padahal ia sudah berkendara dengan kecepatan rendah, namun akhirnya tetap jatuh karena jalan licin.

"Kalau mengerem juga akan makin parah jatuhnya," ujar Ahmadi.

Ia pun mengaku kesal dengan adanya tumpahan solar di jalan, terutama di tikungan. Sebab di mata pengendara, tumpahan solar itu hanya terlihat seperti tumpahan air biasa sehingga menjadi berbahaya bagi mereka untuk melintas.

Ahmadi tak menampik bahwa sulit untuk mengetahui siapa dalang dari tumpahan solar di jalan, mengingat banyaknya kendaraan yang melintas. Namun ia berharap ada tindakan tegas dari pihak terkait guna menekan korban tumpahan solar.

"Misalnya dengan memperbanyak pemasangan CCTV dan memperkuat sosialisasi ke masyarakat," kata warga asal Kalurahan Bendungan, Wates ini. (alx)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.