Gunung Anak Krakatau Terpantau Kembali Erupsi, Status Masih Level III Siaga
taryono July 23, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terus dipantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Baca juga: Kejati Lampung Pikir-pikir Usai Vonis 5 Terdakwa Korupsi SPAM Pesawaran

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengatakan erupsi terakhir gunung api di Perairan Selat Sunda itu tercatat pada Selasa (21/7/2026) pukul 04.11 WIB.

Meski kembali mengalami erupsi, status Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berada pada Level III (Siaga).

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi tersebut tidak teramati secara visual karena kondisi cuaca. Namun, aktivitas letusan terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi 201 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 21 Juli 2026, pukul 04.11 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan durasi 201 detik," kata Suwarno, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca saat kejadian menyebabkan kolom erupsi tidak dapat diamati secara langsung.

Suwarno mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan untuk tetap mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau terus melakukan pemantauan selama 24 jam guna mengantisipasi perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.