TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat sebanyak 389 titik panas (hotspot) yang terpantau di sejumlah kecamatan selama periode Januari hingga Juli 2026.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Samsuhadi. Ia mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun dari BMKG Jambi, terdapat 18 hotspot di Kecamatan Renah Mendaluh.
Selain itu, terpantau 53 hotspot di Kecamatan Batang Asam, satu hotspot di Kecamatan Tungkal Ilir, dua hotspot di Kecamatan Merlung, enam hotspot di Kecamatan Muara Papalik, dan lima hotspot di Kecamatan Senyerang.
"Yang paling banyak di Kecamatan Betara dan Bram Itam. Di Kecamatan Betara terdapat 214 hotspot, sedangkan di Kecamatan Bram Itam tercatat 89 hotspot," katanya saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Kamis (23/7/2026).
Samsuhadi menjelaskan, hotspot yang terpantau di Kecamatan Betara dan Bram Itam disebabkan adanya aktivitas pengeboran minyak di kawasan tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Batang Asam, titik hotspot terpantau berada di lahan-lahan yang telah ditinggalkan oleh perusahaan.
"Batang Asam ada 53 hotspot. Rata-rata itu di lahan yang ditinggalkan oleh perusahaan," pungkasnya.
(Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Asap Membubung Tinggi di Kumpeh dan Kekhawatiran Warga Akan Meluasnya Karhutla