Veda Tak Disebut, Rookie Terburuk Moto3 2026 Juga Gengsi Akui Kehebatan Uriarte
Agung Kurniawan July 23, 2026 02:33 PM

SIC58SQUADRACORSE.IT
Ayah Marco Simoncelli sekaligus pemilik SIC58 Squadra Corse, Paolo Simoncelli, memberikan motivasi kepada 1 pembalapnya, Leo Rammerstorfer pada Moto3 Belanda 2026

BOLASPORT.COM - Dengan rasa gengsi yang ada, Leo Rammerstorfer mau mengakui bahwa Brian Uriarte merupakan pembalap yang tangguh pada ajang Moto3 2026.

Menjadi rookie atau pendatang baru pada Moto3 2026 bukanlah hal yang mudah dijalani oleh seorang Leo Rammerstorfer setidaknya hingga paruh musim bergulir.

Dari 11 balapan yang dijalani, andalan SIC58 Squadra Corse tersebut menjelma sebagai salah satu pendatang terburuk musim ini melalui rentetan hasil mengecewakan.

Bagaimana tidak? Rammerstorfer baru mengemas total 4 poin usai finis di posisi ke-15 pada balapan pembuka musim ini di Thailand dan posisi ke-13 pada GP Prancis.

Poin minimalis ini membuat rider asal Austria tersebut menduduki peringkat ke-7 dari total 8 pembalap yang ada dalam klasemen rookie Moto3 2026.

Dia menjadi salah satu rookie yang baru mengemas 1 digit poin bersama andalan Honda Team Asia Zen Mitani yang menduduki peringkat di bawahnya dengan 2 poin.

Terlepas dari penampilannya yang masih jauh dari kata memuaskan, Rammerstorfer menyoroti nama-nama yang dipandang sebagai pembalap terkuat pada Moto3 2026.

Sorotan itu juga berlaku untuk para rookie atau rival seangkatannya yang berjumlah 7 orang, termasuk rider asal Indonesia Veda Ega Pratama.

Kendati demikian, rekan setim Mitani di Honda Team Asia tersebut tidak termasuk dalam kategori pembalap terkuat Moto3 2026 untuk seorang Rammerstorfer.

Rekan setim Casey O'Gorman tersebut tidak memasukkan Veda yang sejauh ini juga kompetitif dengan telah mengemas 2 podium di GP Brasil dan GP Prancis.

Alih-alih menunjuk Maximo Quiles (Aspar Team) yang saat ini menjadi pemuncak klasemen, Rammerstorfer justru memilih rookie lainnya yaitu Brian Uriarte.

Sebagai pendatang baru, andalan Red Bull KTM Ajo tersebut benar-benar tidak bisa dipandang sebelah mata dengan pencapainnya saat ini.

Dari 11 balapan yang sudah diijalani, Uriarte menempel ketat Quiles di peringkat kedua klasemen sementara dengan torehan 3 podium dengan 2 kemenangan.

Jika dibandingkan dengan rider lain seperti Veda, Uriarte merupakan pembalap yang memiliki kesan tersendiri untuk Rammerstorfer.

Didikan mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora tersebut dipandang memiliki kemampuan yang lengkap di antara rookie atau rider lainnya musim ini.

Walau menunjukkan rasa kekagumannya, Rammerstorfer merasa gengsi untuk mengakuinya karena dia merasa ini bukanlah hal yang bagus untuk diungkapkan.

"Saya terkesan dengan Brian Uriarte," kata Rammerstorfer, dilansir BolaSport.com dari laman Speedweek.

"Dia sudah menjadi pembalap yang sangat lengkap, lami juga saling mengenal lebih baik dari masa lalu dan dari latihan bersama."

"Tapi saya juga berpikir tidak baik mengagumi pembalap di kelas sendiri."

"Saya hanya melakukan itu dengan Marc Marquez, bagi saya, dia berada di liga yang berbeda dalam dunia balap motor," imbuhnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.