Lika-liku Pemberantasan Korupsi di Sulut: Sempat Kena Tudingan Miring, Jaksa Pingsan Periksa Saksi
Isvara Savitri July 23, 2026 02:39 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Jajaran korps baju coklat unjuk taring dalam pemberantasan korupsi di Sulawesi Utara.

Rabu (22/7/2026) sore, Kejaksaan Tinggi Sulut memamerkan uang Rp 15 miliar hasil pengembalian keuangan negara dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan tambah PT Hakian Wellem Rumansi (HWR) di ruang 
lantai 4 Kantor Kejati Sulut, Jalan 17 Agustus, Teling Atas, Wanea, Manado.

Sebanyak tiga tersangka sudah ditetapkan dalam kasus tersebut.

Malamnya Kejari Minahasa menahan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan fisik paket pembangunan pemeliharaan dan rehabilitasi gedung kantor di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa 
Tahun Anggaran 2024.

Keduanya adalah RR selaku Plt Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Minahasa sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta AS selaku pelaksana kegiatan atau pihak penyedia.

Malam itu merupakan malam yang sibuk bagi jajaran Kejaksaan.

Jelang tengah malam, Kejari Talaud menahan empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) 
pengadaan lahan SPBU Mini tahun anggaran 2022 bernilai sekitar Rp 5 miliar.

DITAHAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menahan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Melonguane. Mereka resmi ditahan pada Rabu (22/7/2026), malam.
DITAHAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, menahan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Melonguane. Mereka resmi ditahan pada Rabu (22/7/2026), malam. (Tribun Manado)

Keempatnya adalah Ruddy Kululu sebagai pemilik lahan dan Direktur PT Rendy, Haryonto sebagai mantan Kepala Seksi Pengukuran BPN Kepulauan Talaud 2022, Risna Dali selaku mantan Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Kepulauan Talaud 2022, Marleen Dien dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) selaku appraiser.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan kerja keras dari jajarannya untuk memberantas kasus korupsi sembari memulihkan aset negara yang hilang.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran," kata dia dalam konferensi pers di kantor Kejati Sulut, Rabu (22/7/2026).

Jacob mengklaim jajarannya bekerja keras dalam mengusut tuntas kasus korupsi, bahkan sempat tetap bekerja meski hari libur.

Dia mengakui mengusut kasus korupsi PT HWR sungguh tidak mudah.

Pihaknya sempat memperoleh tudingan miring saat menggeledah toko emas.

"Tapi inilah hasilnya," katanya.

Baca juga: Lirik Lagu Adaik Mamak - Rayola

Baca juga: PLN UP3 Palu Sukses Kawal Keandalan Listrik Nonton Pesta Bola Dunia 2026 Sulteng, Aman Tanpa Kedip

Beberapa waktu lalu, saat pemeriksaan dugaan korupsi Gunung Ruang, sejumlah penyidik sempat pingsan setelah memeriksa lebih dari 1.000 saksi dalam kasus itu.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.