12.672 Orang Bermigrasi ke Kendari Sepanjang 2025, Cek Syarat Mudah Urus Pindah Domisili di Dukcapil
Sitti Nurmalasari July 23, 2026 02:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kota Kendari menjadi daerah tujuan perpindahan penduduk terbanyak di Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang 2025. 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sultra, mencatat sebanyak 12.672 orang menetapkan domisili baru di ibu kota provinsi tersebut selama satu tahun.

Kabid Fasilitasi Pelayanan Adminduk Dukcapil Sultra, Muhammad Idris, mengatakan jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di Bumi Anoa.

Dari total penduduk yang masuk ke Kota Kendari, sebanyak 6.406 orang berjenis kelamin laki-laki dan 6.266 perempuan.

Menurut Idris, tingginya angka perpindahan ke Kendari dipengaruhi oleh status Kota Lulo sebagai ibu kota Provinsi Sultra sekaligus pusat aktivitas ekonomi. 

Baca juga: Cara Mengurus Kartu Keluarga, KTP, Pindah Domisili Pakai Aplikasi Laika di Kendari Sulawesi Tenggara

Keberadaan kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, perguruan tinggi, dan berbagai layanan publik menjadi faktor penarik bagi masyarakat untuk menetap.

“Alasan yang paling banyak untuk pindah domisili adalah pendidikan, termasuk warga yang berpindah ke luar Sultra. Selain itu, karena perkawinan dan pekerjaan,” kata Idris, Kamis (23/7/2026).

Idris menyampaikan setelah Kota Kendari, daerah dengan jumlah migrasi masuk tertinggi adalah Kabupaten Kolaka sebanyak 12.471 orang. 

Selanjutnya Konawe Selatan 6.236 orang, Konawe 5.239 orang, Kota Baubau 3.804 orang, Muna 3.393 orang, Kolaka Utara 3.392 orang, Konawe Utara 3.365 orang, Buton Tengah 3.200 orang.

Bombana 3.067 orang, Muna Barat 2.863 orang, Buton Selatan 2.798 orang, Buton 2.516 orang, Kolaka Timur 2.495 orang, Wakatobi 1.810 orang, Buton Utara 1.500 orang, dan Konawe Kepulauan 1.018 orang.

Baca juga: Disdukcapil Catat 254 Surat Pindah Domisili Warga Kendari Sultra ke Luar Kota di Awal Tahun 2024

Sementara itu, jumlah penduduk yang berpindah keluar daerah paling banyak tercatat juga di Kendari, yakni sebanyak 9.545 orang.

Kemudian, di Konawe Selatan sebanyak 6.609 orang, disusul Konawe 6.497 orang, Muna 6.171 orang, Kolaka 5.790 orang, Kota Baubau 5.284 orang, Buton Tengah 4.530 orang, Bombana 4.336 orang.

Lalu, Kolaka Utara 4.261 orang, Kolaka Timur 4.251 orang, Buton Selatan 3.355 orang, Buton 3.298 orang, Wakatobi 3.172 orang, Muna Barat 2.200 orang, Buton Utara 2.172 orang, Konawe Utara 1.992 orang, dan Konawe Kepulauan 1.246 orang.

Adapun pengurusan pindah domisili cukup mudah, warga hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK) ke Kantor Dukcapil sesuai domisili asal.

Petugas kemudian memberikan formulir yang memuat tujuan perpindahan serta jumlah anggota keluarga yang ikut pindah. 

Baca juga: KPU Sulawesi Tenggara Bakal Perbarui Data Pemilih, Orang Meninggal dan Pindah Domisili Akan Dihapus

“Setelah tiba di daerah tujuan, dokumen lama seperti KTP dan KK akan ditarik untuk diterbitkan dokumen baru dengan alamat yang telah diperbarui,” jelasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.