TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, kembali buka suara terkait pembagian dan pembiayaan rumah mewah mereka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (23/7/2026), Minola membeberkan sejumlah bukti transfer untuk membuktikan andil besar Ruben dalam merenovasi hingga mengisi rumah tersebut.
Langkah ini diambil lantaran pihaknya geram mendengar pernyataan lama Sarwendah dalam sebuah podcast yang mengaku membiayai seluruh isian rumah tersebut.
Sembari memutar ulang potongan video podcast Sarwendah di hadapan awak media, Minola menilai pernyataan mantan istri kliennya itu seolah mengkerdilkan peran Ruben sebagai seorang kepala keluarga.
"Jadi di sini dibilang ada uang ayahnya, berarti seolah-olah uang ayahnya itu kecil, perannya kecil. Padahal yang beli rumah itu ketika masih jadi rumah tua juga adalah Ruben Onsu. Tapi dia sudah ngomong ke mana-mana tentang hal itu," ujar Minola.
"Dia katakan furniture semuanya siapa? Aku? Oke, kita bicara fakta sekarang," tegas Minola seraya menunjukkan lembaran bukti transfer.
Minola menegaskan bahwa tindakan membeberkan riwayat transaksi ini bukan untuk pamer atau mengungkit masa lalu, melainkan demi meluruskan informasi yang terlanjur beredar di publik.
Satu per satu bukti pembayaran dipaparkan, dimulai dari fasilitas lift di dalam rumah mewah Cilandak.
"Di rumah itu ada liftnya. Yang bayar liftnya senilai Rp504 juta itu adalah Ruben. Ada bukti transfernya bertahap, mulai dari Rp120 juta, Rp195 juta, lalu Rp189 juta. Totalnya Rp504 juta," beber Minola.
Tak berhenti di situ, Minola juga menyindir klaim soal perabotan dan perlengkapan rumah. Ia menunjukkan bukti pembayaran pendingin ruangan (AC) yang ditanggung oleh Ruben.
"Oh itu kan lift, bukan isian? Kita lihat isian rumahnya ya, mulai dari AC. AC itu yang bayar juga ada perannya Ruben dengan nilai total Rp400 juta. Tiga kali pembayaran: 200, 100, dan 100," tambahnya.
Pengacara yang juga mendampingi Ruben dalam proses hukum hak asuh anak ini lantas merinci biaya perabotan (furniture) rumah yang seluruhnya dilunasi oleh kliennya.
"Kita tunjukkan furniture itu yang bayar ada Ruben, totalnya Rp3 miliar. Bahkan menurut keterangan Ruben, uang furniture itu sudah ditagihkan dan diminta sebelum rumah itu jadi," tegas Minola.
Ia menjelaskan bahwa biaya perabotan fantastis tersebut dibayarkan secara rutin oleh Ruben tiap bulannya hingga tuntas.
"Dibayarkan sebesar Rp250 juta dengan 12 kali cicilan. Tapi lunas Rp3 miliar," pungkasnya.