Lembaga pemeringkatan ilmuwan dunia ScholarGPS merilis daftar peneliti terbaik dunia berdasarkan keahliannya. Daftar ini memuat 0,5% ilmuwan terbaik di seluruh dunia dalam berbagai bidang, disiplin, atau spesialis masing-masing.
Salah satu ilmuwan yang masuk dalam daftar ini adalah peneliti sekaligus dosen Universitas Diponegoro (Undip), Dr Choirul Anam. Dalam laporan terbaru untuk periode 5 tahun (data hingga 2025), sosok yang akrab dipanggil Dr Anam itu meraih peringkat ke-48 dunia di bidang pemindaian (CT scan).
Rektor Undip Prof Suharmono berikan apresiasi atas konsistensi Anam dalam menghasilkan riset. Prestasi Anam dinilai bisa mempercepat langkah strategis Undip dalam mencapai 500 besar (WCU).
"Prestasi Dr. Anam menjadi katalisator penting bagi civitas akademika UNDIP lainnya. Ini membuktikan bahwa dari laboratorium di Semarang, kita bisa melahirkan riset yang memberikan dampak, diakui, dan digunakan oleh komunitas medis internasional. Ini adalah langkah nyata UNDIP untuk terus terbang tinggi di panggung dunia," sampainya dikutip dari laman resmi Undip, Kamis (23/7/2026).
Inovasi CT Scan Dosen Undip
Disebutkan bahwa riset Dr Anam berfokus pada pengembangan perangkat lunak otomatisasi dosimetri radiasi dan optimalisasi kualitas citra pada CT scan. Inovasi ini bertujuan agar pemeriksaan CT scan bisa berjalan lebih aman.Hal itu dikarenakan dosis radiasi bisa diberikan seminimal mungkin bagi pasien. Meski minimal, CT scan tetap bisa memberikan hasil visualisasi yang tajam, sehingga dokter bisa memberikan diagnosis secara akurat.
Lantaran berfokus pada otomatisasi dosimetri radiasi, kini tingkat paparan radiasi yang diterima pasien bisa dipantau, lebih terukur, efisien, dan terkontrol dengan baik. Biasanya, pengurangan dosis radiasi hingga tingkat seminimal mungkin kerap mengorbankan kualitas gambar CT scan.
Namun, inovasi yang dikembangkan Anam memberikan dampak sebaliknya. Bukan hanya gambar yang tetap jelas, keamanan pasien juga tetap terjaga.
"Pengurangan dosis radiasi hingga tingkat seminimal mungkin tanpa mengorbankan kualitas gambar dapat dilakukan sehingga dapat menekan risiko jangka panjang akibat paparan radiasi, terutama bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan berulang maupun kelompok rentan seperti pasien anak-anak," beber Undip.
Gambar CT scan yang lebih jelas juga bermanfaat bagi dokter radiologi. Kini, para dokter dapat mudah mendeteksi dini berbagai penyakit secara lebih tepat.
"Sehingga tindakan medis penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan memberikan taraf kesehatan masyarakat yang jauh lebih baik secara menyeluruh," tandas Undip lagi.
Diketahui pada tahun sebelumnya Dr Anam juga masuk dalam pemeringkatan serupa, tetapi pada posisi ke-99 dunia. Diraihnya peringkat ke-48 bukan hanya sebuah lompatan yang signifikan, tapi jadi bukti bahwa kualitas riset anak bangsa tidak kalah bersaing dengan institusi-institusi raksasa dunia.
Saksikan Live DetikSore:





