- Militer Amerika Serikat resmi mengerahkan pesawat pengebom strategis kelas berat B-1 Lancer untuk menyerang target Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Mengutip laporan Axios, sekurangnya satu jet B-1 diterbangkan langsung dari pangkalan udara di Inggris, Selasa (21/7/2026).
Pengerahan raksasa udara supersonik ini merupakan yang pertama kalinya sejak pertempuran sengit kembali pecah 12 hari lalu.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengonfirmasi pasukannya menggempur pusat operasi militer, fasilitas drone, hingga markas logistik Iran.
Langkah agresif ini diambil demi memperlemah kemampuan tempur militer Iran yang dinilai mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Berdasarkan laporan Ynet News, B-1 Lancer merupakan armada pembawa bom konvensional terbesar yang mampu mengangkut puluhan rudal jelajah.
Di sisi lain, media lokal Iran melaporkan gempuran udara Amerika Serikat menghantam kawasan perbatasan dekat Irak, yakni Shalamcheh dan Andimeshk.
Serangan mematikan tersebut dilaporkan merusak infrastruktur militer serta menewaskan sedikitnya dua orang di lokasi.
Menanggapi situasi yang kian memanas, Presiden AS Donald Trump melayangkan ancaman terbuka pada Rabu (22/7/2026).
Trump mengancam bakal membombardir jembatan hingga pembangkit listrik di ibu kota Teheran jika Iran terus menyerang di Selat Hormuz.
Pihak Iran membalas ancaman tersebut dengan mengincar infrastruktur vital negara-negara Teluk yang menjadi sekutu Washington.