Tegur Alphard Terobos Lampu Merah, Satpam Bundaran HI Ngaku Diintimidasi dan Dipaksa Minta Maaf
Rita Lismini July 23, 2026 06:45 PM

Seorang petugas keamanan (satpam) bernama Vicol Harefa mengaku mengalami intimidasi setelah menegur pengemudi mobil Toyota Alphard hitam yang disebut menerobos lampu merah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Pengakuan tersebut disampaikan Vicol melalui akun Threads pribadinya, @vicolharefa, pada Rabu (22/7/2026), dan kemudian viral di media sosial hingga menuai perhatian publik.

Dalam unggahannya, Vicol menceritakan peristiwa bermula saat lampu pelican crossing atau lampu penyeberangan khusus pejalan kaki di depan Hotel Pullman menuju Halte Bundaran HI menyala hijau untuk pejalan kaki.

Saat banyak warga sedang menyeberang, sebuah Toyota Alphard hitam bernomor polisi D 1828 XHQ disebut tetap melaju dan menerobos lampu merah.

Melihat kondisi itu, Vicol mengaku spontan menegur pengemudi karena khawatir membahayakan keselamatan para pejalan kaki.

"Karena saya kesal melihat pelanggaran itu membahayakan pejalan kaki, saya pukul kaca mobilnya sambil berteriak, 'Woi, lampu merah!' Saya cuma bilang seperti itu," tulis Vicol.

Namun, menurut pengakuannya, teguran tersebut justru memicu perselisihan.

Vicol mengaku penumpang mobil turun, memakinya, lalu menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sambil mengaku sebagai aparat.

Setelah itu, ia dibawa ke Pos Polisi (Pospol) Thamrin.

Mengaku Dipaksa Push-up dan Bersujud Minta Maaf

Di dalam pos polisi, Vicol mengaku situasi justru semakin menyudutkannya.

Ia menyebut kepala pos polisi saat itu menilai dirinya bersalah karena memukul kaca mobil saat memberikan teguran.

"Begitu sampai di dalam pos polisi, keadaan justru makin menyudutkan saya. Kepala pospol yang bertugas saat itu malah menyatakan bahwa posisi saya yang sepenuhnya salah karena telah memukul kaca mobil orang," tulisnya.

Tak hanya dimarahi, Vicol juga mengaku dipaksa melakukan push-up oleh sopir Alphard tersebut.

"Saya juga mendapat makian dari sopir Alphard tersebut. Bahkan, saya sempat dipaksa untuk melakukan push-up oleh sopir tersebut di dalam pos polisi," ungkapnya.

Vicol juga mengaku diancam akan dilaporkan kepada vendor tempatnya bekerja agar dipecat.

Karena takut kehilangan pekerjaan, ia akhirnya memilih meminta maaf.

"Karena sudah menganggap saya yang salah semuanya dan karena saya tidak ada jalan keluar, akhirnya saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," tulis Vicol.

Meski sudah meminta maaf, ia mengaku sopir Alphard masih sempat menarik kerah bajunya di luar pos polisi sambil melontarkan kata-kata kasar.

Viral dan Tuai Dukungan Warganet

Pengakuan Vicol kemudian viral dan memicu beragam reaksi dari warganet.

Banyak yang memberikan dukungan kepada Vicol karena dinilai berusaha melindungi keselamatan pejalan kaki.

"Bapak adalah PAHLAWAN yang melindungi pejalan kaki dari bahaya pengemudi mobil yang arogan! Bapak adalah penyelamat nyawa pejalan kaki! Janganlah meminta maaf karena melakukan hal yang benar!" tulis seorang netizen.

Warganet lainnya juga menyoroti dugaan sikap aparat di pos polisi yang dinilai tidak berpihak.

"Itu aparat benar-benar memprihatinkan spirit penegakan hukumnya ya?" tulis netizen lainnya.

Selain itu, sejumlah pengguna media sosial juga mempertanyakan nomor polisi D 1828 XHQ yang terpasang pada mobil Alphard tersebut.

Mereka menduga nomor polisi itu tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan dan meminta kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam

Merespons viralnya pengakuan tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dilaporkan mengambil langkah dengan melayangkan surat panggilan kepada pengemudi Toyota Alphard maupun Vicol Harefa.

Keduanya dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk mengklarifikasi dugaan intimidasi yang diungkap korban, sekaligus menelusuri dugaan penggunaan nomor polisi palsu pada kendaraan tersebut.

Sementara itu, proses pemeriksaan oleh kepolisian masih berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.