Air Baku PDAM Kolong Bacang Menyusut di Musim Kemarau, Tiga Bulan ke Depan Dipastikan Masih Cukup
Hendra July 23, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Musim kemarau tahun ini mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kota Pangkalpinang.

Salah satu sumber air milik PDAM Tirta Pinang, yakni Kolong Bacang, mengalami penyusutan cukup signifikan. 

Meski demikian, PDAM memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan masih dalam kondisi aman dan belum ada pengurangan debit distribusi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, M. Agus Salim, mengatakan hingga saat ini tiga sumber air baku yang menjadi andalan perusahaan daerah tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ketiga sumber air baku tersebut berasal dari Kolong Retensi Kacang Pedang, Kolong Bacang, dan Kolong Pedindang.

"Untuk saat ini, tiga sumber air yang kita miliki masih tergolong aman. Memang ada penyusutan yang cukup tinggi di Kolong Bacang, tetapi secara keseluruhan kondisi sumber air baku masih bisa mencukupi kebutuhan pelayanan," kata Agus Salim kepada Bangkapos.com, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, apabila dalam dua hingga tiga bulan ke depan tidak terjadi hujan sama sekali, cadangan air di masing-masing kolong diperkirakan masih mampu bertahan.

Untuk Kolong Retensi Kacang Pedang dan Kolong Pedindang, ketersediaan air diperkirakan masih cukup hingga sekitar tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Kolong Bacang diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar dua bulan.

Namun, PDAM telah menyiapkan langkah antisipasi dengan memanfaatkan Kolong Taman Wisata sebagai sumber air baku tambahan apabila debit air di Kolong Bacang terus mengalami penurunan.

"Kalau memang dua bulan ke depan tidak ada hujan sama sekali, kita masih memiliki cadangan dari Kolong Taman Wisata untuk membantu suplai air baku di Bacang," ujarnya.

Meski kondisi Kolong Bacang mulai menyusut, Agus memastikan belum ada dampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kapasitas produksi air bersih masih berjalan normal dan tidak dilakukan pengurangan debit distribusi kepada pelanggan.

"Sampai saat ini tidak ada pengurangan debit air. Produksi masih sama karena kondisi sumber air masih dalam kategori aman," tegasnya.

Saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bacang memproduksi air bersih sekitar 40 liter per detik. Sementara IPA Kacang Pedang dan IPA Pedindang masing-masing mampu memproduksi sekitar 110 liter per detik, sehingga total kapasitas produksi masih dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Meski demikian, PDAM terus memantau perkembangan debit air di seluruh sumber air baku sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Agus berharap hujan mulai turun dalam beberapa bulan mendatang agar cadangan air di seluruh kolong kembali terisi dan risiko kekeringan dapat diminimalkan.

"Kita berharap dalam beberapa bulan ke depan sudah mulai turun hujan sehingga sumber-sumber air baku kita kembali terisi dan kondisinya semakin aman," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.