BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Tes urine yang menyasar para pekerja tambang menjadi atensi khusus dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Bangka Belitung.
Hal ini pun ditegaskan Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso, pasca adanya 29 penambang yang ditemukan menggunakan narkotika.
"Penertiban merupakan operasi razia gabungan Polda dan Polresta terkait penertiban narkoba di lokasi tambang," ujar Kombes Pol Agus Sugiyarso, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Seminggu Pakai Ekstasi Rp400 Ribu Sebutir, Penambang Ini Ngaku Tergiur Ajakan Rekan Kerja
Selain menggelar operasi razia, Polda dan Polresta turut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para pekerja terutama terkait bahaya penggunaan narkoba.
"Ini merupakan wujud komitmen tegas langsung dari Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor Sihombing kepada seluruh jajaran Narkoba, terus melakukan upaya pemberantasan terhadap penyalahgunaan narkoba di Bangka Belitung," tegasnya.
Satu per satu penambang dilakukan pengecekan urine dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang.
Baca juga: Tabiat Bocah Korban Penikaman yang Meninggal Bersimbah Darah Sepulang Belanja Diungkap Ketua RT
Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko mengatakan dari 81 penambang tersebut, 29 diantaranya positif menggunakan narkotika.
"Kegiatan hari ini penertiban narkoba, khususnya kepada para pekerja tambang di pantai," ujar Kombes Pol Indra Wijatmiko.
Dalam pengecekan tersebut, ditemukan para penambang tak hanya menggunakan narkotika jenis sabu saja.
"Untuk yang positif menggunakan narkotika ada 29 orang, selain sabu ada juga ineks," tuturnya.
Perwira Melati Tiga ini menegaskan pengecekan urine dilakukan, untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
"Menertibkan penyalahgunaan narkoba, saya perhatikan karena mereka bekerja di laut ya sehingga harus dihindarkan memakai narkoba. Takutnya pada saat dia terpengaruh oleh narkoba, ada kejadian kecelakaan tenaga kerja," bebernya.
Baca juga: Pergi Belanja, Bocah 14 Tahun di Bangka Selatan Pulang Bersimbah Darah, Nyawanya Tak Tertolong
Lebih lanjut 29 penambang yang positif menggunakan narkoba pun, dibawa ke Polresta Pangkalpinang guna dilakukan proses lebih lanjut.
"Ya nanti kami interogasi dulu hasilnya gimana," tegasnya.
Sementara itu satu diantara penambang berinisial DI mengatakan menggunakan narkotika, hanya saat akan melakukan aktivitas pertambangan.
"Makai sabu hanya kalau mau kerja saja, biar bisa kerja terus apalagi kita kan di laut lokasinya," ungkap DI.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)