Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Aceh Tengah memicu aliran air bercampur lumpur dan material bebatuan turun dari tebing perbukitan di Desa Anar-Anar, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Kamis (23/7/2026).
Limpasan material tanah dan batuan tersebut menggenangi jalan utama yang menghubungkan Kota Takengon dan Bintang.
Akibatnya, kelancaran arus lalu lintas kendaraan yang melintas di kawasan tersebut terganggu.
Berdasarkan laporan warga yang melintas, Albar mengatakan derasnya limpasan air berlumpur yang memotong badan jalan membuat para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra waspada.
"Sejumlah kendaraan roda empat, termasuk mobil, terpaksa memperlambat laju kendaraan dan memilih jalur yang lebih dangkal untuk menghindari jebakan lumpur atau material batu yang terbawa arus," ujar Albar.
Ia menambahkan, ketebalan lumpur membuat sejumlah kendaraan roda dua gagal menembus genangan sehingga pengendara terpaksa mendorong sepeda motor mereka.
Bahkan, beberapa pengemudi kendaraan memilih untuk memutar balik karena kondisi jalan yang sulit dilalui.
Dikatakan, sejumlah warga sekitar tampak bersiaga di pinggir jalan untuk memandu para pengendara yang nekat menerobos genangan air dan lumpur.
Selain mengganggu arus lalu lintas, limpasan air dan tanah dari lereng bukit tersebut juga dinilai mengancam kondisi bahu jalan serta jalur kelistrikan di sekitarnya. (*)
Baca juga: Tertinggi di Indonesia, Inflasi Tahunan Aceh Tengah Tembus 7,25 Persen
Baca juga: Cuaca Aceh Tengah 23 Juli 2026: Cerah, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lokal Menjelang Sore
Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Rehabilitasi 1.496 Hektar Sawah Mulai Bulan Ini, Dikerjakan Swakelola