TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Gunung Lewotobi Laki-laki hingga saat ini masih erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik.
Sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilanda hujan abu vulkanik dalam dua hari terakhir akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Desa yang terdampak meliputi wilayah hunian sementara di Desa Konga, serta desa lain seperti Lewolaga dan Serinuho di Kecamatan Titehena.
“Hujan abu halus sudah terjadi dua hari,” ujar Kepala Desa Klantanlo, Petrus Muda saat dihubungi, Kamis (23/9/2026).
Menurut Petrus, sebelumnya abu vulkanik mengarah ke Kabupaten Sikka. Namun, dalam tiga hari terakhir abu vulkanik cenderung mengarah ke Larantuka.
Petrus menyebut, kondisi tersebut sangat menganggu aktivitas warga terutama saat berada di luar rumah.
“Kalau kita tidak pakai alat pelindung seperti masker dan kacamata, sangat terasa dampak abu. Mata perih,” katanya.
Petrus mengungkapkan bahwa dia saat ini bersama ribuan warga lainnya menetap di hunian sementara di Konga.
Menurut dia, beberapa desa di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk Klatanlo sudah tidak layak untuk ditempati lantaran berada dalam kawasan rawan bencana erupsi.
Rikardus (30) warga lainnya, berharap situasi dapat segera pulih agar dapat kembali beraktivitas normal, terutama untuk kembali berkebun.
“Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan alam,” ujarnya.
Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan adanya erupsi pada Kamis, 16.53 Wita dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal membumbung ke arah utara.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi sekitar 4 menit 5 detik,” ujar Kepala Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro dalam keterangannya, Kamis.
Sumber: Kompas.com