500 Ribu Wisatawan Asing Diprediksi Padati Spanyol demi Gerhana Matahari
GH News July 23, 2026 07:10 PM
Jakarta -

Spanyol diprediksi kebanjiran 500 ribu wisatawan pada pertengahan Agustus 2026. Turis-turis memburu gerhana matahari total melintasi negara itu.

Fenomena langka yang hanya berlangsung sekitar 90 detik tersebut diperkirakan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Destinasi yang diburu adalah wilayah pedesaan yang selama ini belum banyak dikenal.

Nah, jalur gerhana total itu bakal melintasi sejumlah wilayah di utara Spanyol, termasuk wilayah Castile and Leon. Kawasan yang dijuluki sebagai bagian dari 'Empty Spain' tersebut selama ini menghadapi penurunan jumlah penduduk dan jarang menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara.

Mengutip , Kamis (23/7/2026), salah satu kota wilayah tersebut yang menjadi titik sempurna fenomena gerhana matahari itu adalah Kota Burgos.

Laporan yang disusun Airbnb pada Mei lalu menyebut rangkaian gerhana pada 2026, 2027, dan 2028 menjadi kesempatan besar untuk menyebarkan arus wisatawan ke berbagai daerah di luar destinasi populer.

Wakil Wali Kota Burgos, Andrea Ballesteros, mengatakan wisatawan pemburu gerhana datang dari Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan negara-negara Asia yang paling berkontribusi dalam lonjakan wisatawan nantinya.

Menurut salah satu staf resepsionis hotel di Burgos, Lucia Molina, menyebut minat wisatawan China sudah terlihat dari tingkat hunian hotel, seluruh kamar di Burgos untuk 12 Agustus dilaporkan telah habis dipesan sejak jauh hari. Bahkan, kamar yang tersisa dengan harga 1.200 euro (Rp 22 juta) per malam pun ludes terjual.

"Hampir semua kamar di sini sudah terjual habis dengan harga yang sangat tinggi. Bukan cuma di sini, tapi di semua hotel di Burgos," kata Molina.

Kota Burgos di SpanyolKota Burgos di Spanyol. (Wikimedia Commons/Jardoz)

Sementara itu, Presiden Burgos Astronomy Association, Enrique Bordallo, mengatakan warga setempat sudah tidak sabar menyambut fenomena tersebut. Ia berharap cuaca cerah agar masyarakat dan wisatawan bisa menyaksikan gerhana secara maksimal.

Misalnya, bagi warga Desa Belorado, gerhana menjadi kesempatan langka untuk memperkenalkan daerah mereka. Antropolog, Belen Molinuevo Puras, menjelaskan wisatawan mancanegara selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di kawasan pantai, sehingga momen itu diharapkan membawa perhatian ke wilayah pedalaman.

"Castile and Leon tak selalu menjadi sorotan utama pada berita. Dan sayangnya wisatawan itu lebih banyak tinggal did daerah pesisir," kata Puras.

"Kami sangat senang karena gerhana terjadi di wilayah kami," kata antropolog yang memiliki akar keluarga di Belorado itu.

Pemerintah Spanyol juga melihat gerhana sebagai peluang memperluas destinasi wisata. Selama ini, kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan destinasi pantai, sementara beberapa wilayah lain belum menikmati dampak ekonomi sektor pariwisata.

Pemerintah berharap kunjungan itu berdampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sekitar 500 ribu wisatawan diperkirakan datang ke Castile and Leon, termasuk sekitar 40 ribu orang ke Burgos.

Adapun persiapan pemerintah di sana dalam mengurai lonjakan wisatawan seperti pengaturan lalu lintas, titik pengamatan khusus, serta koordinasi dengan layanan darurat untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Selain itu, wisatawan diimbau menggunakan kacamata khusus saat menyaksikan gerhana matahari agar tidak merusak penglihatan.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.