- Tim Labfor Polda Sumatera Utara (Sumut) bakal menyelidiki lebih lanjut terkait dugaan kebocoran gas penyebab ledakan di rumah mewah Kompleks Grand Polonia, Medan.
Polisi bakal memeriksa pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang tertanam di rumah tersebut.
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian mengatakan pihaknya menemukan ada tiga terminal gas di rumah tersebut.
Tiga terminal gas tersebut di antaranya adalah kompor dan genset di lantai satu, serta kompor yang jarang dipakai namun masih aktif di lantai empat rumah.
AKBP Roy mengatakan seluruh pipa gas tersebut tertanam di dalam tembok.
Sehingga proses pengecekan pipa tersebut memakan waktu yang cukup banyak.
Nantinya, petugas akan melakukan tes uji kebocoran, untuk mendeteksi titik gas yang bocor.
"Tapi karena ini kan tertanam di dalam tembok semua. Jadi, perlu waktu untuk memastikan. Kita akan lakukan juga leak test (uji kebocoran). Semua (bakal diuji) mulai dari meteran sampai ke dalam ke lantai atas," sebutnya.
AKBP Roy mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya ke pemilik rumah, saluran pipa tersebut tidak pernah direnovasi atau dibongkar sejak awal dipasang.
Adapun sebelumnya Tim Labfor Polda Sumatera Utara menyatakan bahwa ledakan dahsyat di rumah mewah Grand Polonia disebabkan karena adanya kebocoran gas metana.
Temuan tersebut didapat setelah polisi melakukan olah TKP lanjutan terkait peristiwa yang menewaskan tiga orang tersebut.
Olah TKP yang digelar pada Rabu (22/7) itu dihadiri sejumlah personel polisi.
Sekitar dua alat berat yang ada di lokasi kejadian juga masih dioperasikan untuk melakukan pembersihan lanjutan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn Simanjuntak mengatakan peristiwa itu mengakibatkan tiga orang tewas.
Ketiga orang tersebut merupakan istri pemilik rumah, asisten rumah tangga dan baby sitter.
Kakak korban Sinta yang merupakan baby sitter di rumah yang meledak terlihat berkaca-kaca ketika menceritakan adiknya.
Kakak bernama Hendry itu mengatakan bahwa adiknya sudah enam bulan bekerja di rumah tersebut.
Ia mengatakan hampir setiap hari Sinta selalu menelepon keluarga di sela-sela istirahat kerja.
Namun saat di hari peristiwa terjadi, Hendry tidak bisa menghubungi adiknya.
Hendry mengaku baru mendengar kabar terjadinya ledakan di rumah tempat adiknya pada keesokan harinya yakni Selasa (21/7) siang.
Hendry kemudian langsung menuju lokasi tempat adiknya bekerja dan menunggu kabar adik kandungnya.
Jenazah Sinta kemudian ditemukan pada sore harinya sekitar pukul 18.00 WIB di balik reruntuhan bangunan.
Program: Tribunnews Update
Host: Umi Wakhidah
Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Muhammad Nasrul