TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana haru dan bahagia menyelimuti warga Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
Setelah enam bulan hidup dengan akses yang terputus, mereka akhirnya kembali bisa melintasi Sungai Sengkarang dengan lebih mudah. Jembatan Garuda resmi dibuka dan menjadi harapan baru bagi ribuan warga di kawasan tersebut.
Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat pada Kamis (23/7/2026).
Dikutip dari Instagram @pekalonganinfo, Kamis (23/7/2026), cara tersebut juga dihadiri Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf M Nurul Chabibi, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, serta jajaran Forkopimda.
Sebelumnya, warga harus menghadapi kenyataan pahit setelah jembatan gantung lama putus diterjang banjir bandang Sungai Sengkarang pada 20 Januari 2026.
Bencana itu membuat jalur utama penghubung antardesa lumpuh total selama berbulan-bulan.
Aktivitas masyarakat pun terganggu karena mereka harus mencari jalur alternatif yang jauh lebih panjang.
Untuk menuju sekolah, pondok pesantren, pasar, puskesmas, hingga pemakaman, warga terpaksa memutar melalui wilayah Kedungwuni.
Waktu tempuh yang biasanya hanya sekitar sepuluh menit berubah menjadi hampir setengah jam.
Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Baca juga: Viral! Gerobak Lapak Pinggir Jalan di Pekalongan Hancur Ditabrak Motor Pagi Hari, Pengendara Kabur
Salah seorang warga, H Wirai (54), mengaku merasakan langsung dampak putusnya jembatan itu.
“Kalau lewat Kedungwuni jadi muter setengah jam. Kalau lewat jembatan paling sepuluh menit sudah sampai,” ujarnya.
Kini, keberadaan Jembatan Garuda menjadi jawaban atas kesulitan yang selama ini dirasakan warga.
Jembatan baru itu dibangun sekitar 500 meter dari lokasi jembatan lama yang hanyut akibat derasnya arus banjir.
Baca juga: Pemuda Pekalongan Diduga Disiksa, Kapolres Pastikan Dugaan Keterlibatan Anggota Akan Ditindaklanjuti
Kehadirannya diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan kembali roda perekonomian desa.
Namun, di balik berdirinya jembatan tersebut, tersimpan kisah panjang tentang ganasnya Sungai Sengkarang yang terus berubah alur.
Perubahan itu perlahan mengikis lahan pertanian, ladang, bahkan mendekati kawasan permukiman warga.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur ini diikuti langkah penanganan sungai agar bencana serupa tidak kembali terulang.
Bagi warga Galangpengampon, Jembatan Garuda bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan simbol bangkitnya harapan setelah berbulan-bulan terisolasi.
(Tribunnewsmaker.com/ Listusista)