TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Disperkimtan Bolmut) memberikan penjelasan resmi terkait kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Bunia, Kecamatan Bintauna, yang tidak berfungsi.
Sebelumnya, warga Desa Bunia mengeluhkan sebagian besar lampu penerangan di sepanjang Jalan Trans Sulawesi tidak menyala sehingga ruas jalan menjadi gelap pada malam hari.
Hal itu mendorong Disperkimtan Bolmut memberikan penjelasan mengenai kondisi jaringan PJU sekaligus rencana penanganannya.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Disperkimtan Bolmut, Iksan Ratusmanga, mengatakan lampu penerangan jalan di Desa Bunia belum dapat beroperasi karena jaringan PJU di desa tersebut belum menggunakan sistem meterisasi.
"PJU di Desa Bunia belum memiliki meterisasi, sehingga lampu penerangan di desa tersebut belum menyala," kata Iksan, Kamis (23/7/2026).
Saat ini pemerintah daerah sedang mengupayakan penerapan sistem meterisasi pada jaringan PJU di sejumlah desa yang berada di sepanjang Jalan Trans Sulawesi.
"Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengalihan sistem abonemen menuju meterisasi secara bertahap," ujarnya.
Perubahan sistem itu diharapkan mampu membuat pengelolaan PJU lebih tertata sekaligus mendukung optimalisasi pelayanan penerangan jalan di daerah.
"Desa-desa yang berada di Jalan Trans Sulawesi dan belum memiliki jaringan meterisasi akan segera kami upayakan. Ini karena sistem abonemen secara bertahap akan dialihkan ke sistem meterisasi," katanya.
Selain menyiapkan program meterisasi, Disperkimtan juga tengah melakukan survei lapangan terhadap kondisi PJU di berbagai wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Survei tersebut bertujuan mendata kondisi jaringan, mengidentifikasi titik-titik lampu yang belum berfungsi, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
"Saat ini kami sedang melaksanakan survei lapangan terkait PJU," pungkasnya.
Masyarakat Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mengeluhkan kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi.
Hal ini membuat kondisi penerangan di sepanjang ruas Jalan Trans Sulawesi Desa Bunia, menjadi gelap saat malam hari.
"Saat malam hari hanya ada dua unit lampu yang terlihat menyala, sementara lampu lainnya padam," kata Ersyad Mamonto, salah satu warga Bintauna, saat di temui Tribun Manado, Rabu (22/07/2026).
Ia berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah dengan melakukan pengecekan serta perbaikan terhadap PJU yang tidak berfungsi.
Menurutnya penerangan jalan merupakan fasilitas publik yang sangat penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya fokus pada wilayah tertentu. Desa Bunia juga membutuhkan perhatian, terutama terkait penerangan jalan. Jangan sampai hanya satu lampu yang menyala sementara yang lainnya dibiarkan padam," ujarnya.
Selain itu, Ersyad juga meminta adanya pemerataan dan keadilan distribusi fasilitas PJU, agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat yang sama.
Baca juga: BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan II 2026 pada Kisaran 5,4-6,3 Persen
Baca juga: 2 Kasus Korupsi di Sulut Terungkap, Eugenius Paransi: Kinerja Kejari di Daerah Patut Diapresias
"Pemerintah perlu berlaku adil soal Distribusi PJU. Saat ini di Desa Bunia Hanya 2 PJU yang menyala, sementara di Desa lain ada lebih dari 4 PJU yang menyala," sesalnya.
Terkait hal itu, dia berharap instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi agar pemerataan distribusi PJU dapat berlangsung adil.
"Sekiranya instansi yang memiliki kewenangan mengatur Distribusi PJU dapat segera menindak lanjuti hal ini," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Saran dan Utilitas Umum, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Boltara Iksan Ratusmanga mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengetahui secara pasti sebabnya.
"Nanti kita akan cek langsung ke lapangan," singkatnya.(*)