Anak Tewas Ditembak, Polda Sumut Usut Laporan Guru di Medan Labuhan
Truly Okto Hasudungan Purba July 23, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut telah menerima laporan seorang guru bernama Ika Indah Sari (38), warga Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, yang anaknya Daffa Al-Bukhari (17), tewas akibat tertembak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan mengatakan, pihaknya akan memproses laporan korban. Kemudian, mereka juga akan mengumpulkan bukti-bukti tindak pidana yang merenggut nyawa Daffa. "Tentunya akan diproses. Kami akan mencari, mengumpulkan bukti, maupun saksi,"kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, Kamis (23/7).

Sebelumnya, seorang guru bernama Ika Indah Sari (38), warga Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan mendatangi Polda Sumut, Rabu (22/7). Mengenakan seragam putih pakaian kerja lengan panjang, wajahnya tampak murung.

Langkahnya cepat-cepat masuk ke gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), didampingi suami, anak, dan keluarganya. Setelah tiga jam lebih membuat laporan, ia tampak lelah, letih keluar dari ruangan.

Saat diwawancarai, wanita berhijab ini tak kuasa membendung air matanya menceritakan begitu tragis kematian anaknya, Daffa Al-Bukhari (17), yang masih berstatus pelajar kelas 3 SMA. Daffa, anak pertamanya itu tewas akibat luka tembak tepat di mata sebelah kirinya. Selain itu, anaknya juga mengalami luka di kepala, dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Karena tak terima kematian anaknya begitu tragis, ia melapor ke Polda Sumut agar Polisi mengungkap siapa pelakunya. Ika tak ingin anaknya mati sia-sia begitu saja, dan pelakunya melenggang bebas.

"Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anaknya sudah tidak ada. Yang terluka itu mata sebelah kiri. Saya mau keadilan buat anak saya. Saya nggak mau anak saya mati sia-sia," katanya sambil menangis di Polda Sumut, Rabu (22/7) malam.

Sambil mengingat ke belakang, Ika menceritakan, pada Sabtu, 18 Juli kemarin, sekira pukul 02.00 WIB, menjadi peristiwa yang tak akan pernah dilupakan seumur hidup. Ketika sedang terlelap, sejumlah rekan anaknya mengetuk pintu rumah.

Baca juga: Kejar-kejaran di Jalan Tol, Polisi Gagalkan Penyelundupan 24 Kg Sabu

Mereka mengabarkan kalau Daffa (17), yang selama ini tinggal bersama neneknya berusia 81 tahun terjatuh, lalu kepalanya bocor. Begitu ditanya keberadaan Daffa, mereka bilang sudah dibawa ke RS Delima, Jalan Yos Sudarso Medan. Tanpa banyak bicara, Ika bergegas menuju rumah sakit untuk menemui anaknya.

Sesampainya di rumah sakit, Daffa sudah tewas terbujur diatas ranjang rumah sakit. "Setibanya datang ke rumah sakit Delima, anak saya sudah tidak ada, meninggal dunia. Ternyata anak saya meninggal di lokasi, karena ketika diantar ke rumah sakit, anak saya sudah tidak ada."

Di sini dilihat kondisi Daffa memprihatinkan karena ada luka tembak diduga dari senapan angin tepat di mata kirinya. Tak terima anaknya tewas, Ika mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata menurut cerita rekan anaknya, saat itu mereka sedang mengendarai sepeda motor, posisi Daffa dibonceng.

Di lokasi, kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan ada bentrokan diduga antar kelompok organisasi masyarakat (Ormas). Kemudian Daffa dan rekannya berhenti, untuk melihat-lihat.

Tak lama kemudian terjadi baku tembak di lokasi, dan Daffa terjatuh ke tanah, dengan kondisi wajahnya bercucuran darah. Melihat kondisi Daffa, rekan-rekannya berusaha menyelamatkan dengan cara menyeret menjauh dari lokasi bentrok.

"Informasi dari kawan-kawan anak saya, awalnya dia dibonceng, kemudian ada bentrokan, motornya diparkir, dan melihat bentrokan," katanya.

"Mereka gak menyangka Daffa tiba-tiba terjatuh, kena tembak di mata kirinya," lanjutnya. (cr25/Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.