Anggota DPRD Palu Arif Miladi Bangun Yayasan Kursus Bahasa Inggris Untuk Anak SD, Tak Dipungut Biaya
Regina Goldie July 23, 2026 11:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Anggota DPRD Kota Palu, Arif Miladi membentuk sebuah ruang belajar kursus bahasa inggris gratis untuk anak usia dini.

Ia mengatakan bahwa program tersebut berasal dari permintaan warga Kecamatan Ulujadi saat Reses.

"Awalnya karena permintaan ibu-ibu saat reses, karena mereka ingin anaknya pintar bahasa inggris tetapi tempat kursus mahal," ucapnya kepada awak media.

Sebagai masukan dalam Reses, Arif Miladi menjawab permintaan itu dengan membentuk sebuah Yayasan bernama Bina Karya Khatulistiwa yang sudah berjalan selama 2 bulan sampai dengan hari ini.

"Kami persiapkan sekitar 4 sampai 5 bulan, dan kami mulai bulan Mei 2026. Sekarang sudah jalan dua bulan," katanya.

Legislator Partai Golkar itu mengatakan yayasan tersebut telah memiliki peserta kursus sekitar 20 anak yang didominasi anak Sekolah Dasar (SD).

Namun, terdapat beberapa kendala pada yayasan miliknya itu. Terutama soal keterbatasan ruangan dan tenaga pengajar.

Baca juga: Hadiri Program Live In Pemuda Interfaith, Legislator PDIP Poso Miss Peuru: Momen Perkuat Toleransi

"Pengajarnya masih 1 orang," ungkap Arif.

Kedepannya, ia mengatakan akan terus mengembangkan kursus bahasa inggris lewat yayasannya itu.

"Mungkin kedepannya akan dibuka open recruitment pengajar dan tambahan kelas," kata Arif.

Namun, ia mengungkapkan bahwa saat ini dirinya masih membutuhkan bantuan dari pihak lain.

Alasan itu ia sampaikan untuk membantu meningkatkan kualitas pembejalran non formal tersebut.

"Saya masih butuh bantuan untuk tenaga pengajar dan ruangan yang lebih bagus agar anak kita yang ikut kursus bisa nyaman," ujarnya.

Arif Miladi mengatakan bahwa program tersebut berasal dari permintaan warga Kecamatan Ulujadi saat Reses.

Ia mengatakan bahwa permintaan itu karena masyarakat sangat menginginkan anak mereka dapat mengenyam ilmu berbahasa inggris.

"Awalnya karena permintaan ibu-ibu saat reses, karena mereka ingin anaknya pintar bahasa inggris tetapi tempat kursus mahal," ucapnya kepada awak media.

Melalui yayasan ini, Arif Miladi berharap pemerintah dapat membantu dalam meningkatan mutu pendidikan bahasa asing sejak usia dini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.