Teknologi Laser Bantu Penanganan Batu Saluran Kemih dengan Minim Sayatan
Mochamad Dipa Anggara July 24, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penanganan batu saluran kemih kini semakin berkembang dengan hadirnya teknologi medis yang memungkinkan tindakan dilakukan tanpa operasi besar.

Kemajuan ini memberikan pilihan terapi yang lebih nyaman, minim sayatan, dan mempercepat proses pemulihan.

Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Jufri, Sp.U, menjelaskan bahwa metode penanganan batu saluran kemih saat ini disesuaikan dengan ukuran, lokasi batu, serta kondisi masing-masing pasien.

Adapun metode yang masih banyak digunakan adalah Ureteroscopy (URS) dan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS).

Kedua prosedur endoskopi tersebut dilakukan dengan memasukkan alat melalui saluran kemih untuk mencapai lokasi batu. Batu kemudian dapat dihancurkan menggunakan teknologi laser sehingga fragmen atau serpihannya dapat dikeluarkan.

"Alat dimasukkan melalui saluran kemih hingga mencapai lokasi batu, kemudian batu dipecahkan menggunakan laser sehingga dapat dikeluarkan dengan lebih efektif," ujar dr. Teguh saat media gathering dengan tema Penanganan terkini batu saluran kemih di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Selain itu, terdapat metode Shock Wave Lithotripsy atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (SWL/ESWL), yaitu prosedur penghancuran batu menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa pembedahan. 

"Pada ESWL, batu dihancurkan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh hingga menjadi serpihan atau seperti debu. Nantinya serpihan tersebut akan keluar sendiri bersama urine. Karena tidak memerlukan operasi, sebagian besar pasien dapat menjalani tindakan secara rawat jalan atau daycare," jelasnya.

Penanganan batu berukuran besar

Untuk batu ginjal berukuran besar atau kompleks, dokter dapat mempertimbangkan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) atau Mini-PCNL.

Prosedur ini dilakukan melalui sayatan berukuran kecil pada kulit untuk mengakses dan mengeluarkan batu dari ginjal.

Perkembangan teknologi endourologi juga menghadirkan penggunaan Thulium Fibre Laser, yaitu teknologi laser yang dapat digunakan untuk menghancurkan batu secara efektif.

Teknologi tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses tindakan pada kondisi tertentu.

Selain itu, penggunaan sistem suction modern dapat membantu menjaga tekanan di dalam ginjal selama prosedur.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi infeksi dan mendukung proses pemulihan pasien.

"Dengan perkembangan teknologi saat ini, batu yang lebih besar pun sudah dapat ditangani tanpa operasi terbuka, sehingga pasien bisa kembali beraktivitas lebih cepat," katanya.

Pencegahan kurangi risiko kekambuhan

Meski teknologi pengobatan terus berkembang, dr. Teguh menegaskan bahwa pencegahan tetap merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko kekambuhan.

"Prevention is the best medicine. Pencegahan tetap menjadi terapi yang paling baik," ujarnya.

Ia menyarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2 hingga 3 liter per hari dengan target produksi urine sekitar 2–2,5 liter setiap hari.

Sebagai indikator sederhana, seseorang sebaiknya buang air kecil sekitar 6–7 kali sehari dengan warna urine jernih.

"Kalau frekuensi buang air kecil kurang atau warna urine pekat, itu menandakan tubuh kurang terhidrasi dan risiko pembentukan batu menjadi lebih tinggi," jelasnya.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi garam karena kadar natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Dr. Teguh juga mengingatkan agar konsumsi makanan tinggi protein hewani tidak berlebihan, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengendalikan penyakit penyerta seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi yang turut meningkatkan risiko batu saluran kemih.

Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," pungkas Teguh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.