Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Sosialisasi dan Edukasi Ibu PKK tentang Pemanfaatan Limbah Organik
Nolpitos Hendri July 23, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan Eco Enzyme bagi Ibu PKK Desa Tanjung Bungo pada Selasa (8/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Tanjung Bungo ini diikuti oleh sekitar 35 peserta dan bertujuan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PKK Desa Tanjung Bungo yang menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: 100 Contoh Sampah Organik, Arti Sampah Organik, Apa Itu Sampah Organik, Ciri, Jenis, Pemanfaatan

Baca juga: 200 Contoh Sampah Organik dan Non Organik, Arti Sampah Organik, Arti Sampah Non Organik

Selanjutnya, Ketua Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo, Dio Erwanda, membuka kegiatan sekaligus menjelaskan tujuan dilaksanakannya sosialisasi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik.

Pada sesi penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan pengertian Eco Enzyme, manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, serta tahapan pembuatannya.

Peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan yang digunakan, yaitu kulit buah, sisa sayuran, gula merah, dan air, yang kemudian difermentasi dalam jangka waktu tertentu hingga menghasilkan cairan Eco Enzyme.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses pembuatannya, mahasiswa Kukerta melakukan demonstrasi pembuatan Eco Enzyme di hadapan peserta.

Demonstrasi ini memperlihatkan tahapan pencampuran bahan hingga proses penyimpanan yang benar, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara pembuatan Eco Enzyme.

Sebagai bahan pendukung kegiatan, mahasiswa Kukerta juga membagikan brosur Eco Enzyme kepada seluruh peserta.

Brosur tersebut berisi informasi mengenai manfaat, bahan-bahan yang digunakan, langkah-langkah pembuatan, serta cara pemanfaatan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Brosur ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi Ibu PKK ketika ingin membuat Eco Enzyme secara mandiri di rumah.

Suasana sosialisasi berlangsung dengan penuh antusias. Ibu-ibu PKK aktif menyimak materi yang disampaikan serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses pembuatan, lama fermentasi, hingga manfaat Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tanjung Bungo, Dio Erwanda, berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui sosialisasi ini dapat diterapkan oleh Ibu PKK di lingkungan rumah masing-masing.

Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi Eco Enzyme, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memperoleh produk yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Dio Erwanda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap Ibu PKK dapat menjadi pelopor dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik.

Dengan demikian, kebiasaan mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat Desa Tanjung Bungo.

Tentang Limbah Organik

Limbah organik adalah segala jenis sisa atau buangan yang berasal dari makhluk hidup (tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme) yang dapat terurai secara alami oleh perantara mikroorganisme menjadi zat yang lebih sederhana dan dapat diserap kembali oleh lingkungan. Proses penguraian ini disebut dekomposisi, dan tidak meninggalkan zat beracun yang merusak lingkungan jika dikelola dengan baik.

Ciri-Ciri utama : 

  • Berasal dari bahan alami
  • Dapat terurai secara biologis dalam waktu relatif singkat (beberapa hari hingga beberapa bulan)
  • Umumnya tidak mengandung zat kimia berbahaya atau logam berat
  • Dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat

Contoh limba organik : 

  • Rumah tangga : Sisa sayuran, kulit buah, sisa makanan, tulang ikan/daging, ampas teh/kopi, daun kering, potongan rumput
  • Pertanian : Jerami, batang tanaman, kulit buah sawit, ampas tebu, pupuk kandang
  • Peternakan : Kotoran hewan, sisa pakan ternak, bangkai hewan
  • Industri : Ampas tahu, ampas kelapa, sisa pengolahan hasil perkebunan

Ciri pembeda dengan limba anorganik : 

1. Limba Organik

  • Dapat terurai alami
  • Berasal dari makhluk hidup
  • Dapat menjadi pupuk atau bahan bakar

Contoh: daun, sisa makanan

2. Limba Anorganik

  • Sulit/tidak dapat terurai alami
  • Berasal dari mineral atau bahan buatan manusia
  • Banyak yang mengandung zat beracun

Contoh: plastik, kaleng, kaca, besi

Pemanfaatan limba organik : 

Jika dikelola dengan benar, limba organik tidak menjadi masalah lingkungan, melainkan memiliki nilai guna : 

  • Menjadi pupuk kompos: Sisa tanaman dan kotoran hewan diuraikan menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanah.
  • Bahan baku biogas: Melalui proses fermentasi anaerob, menghasilkan gas metana yang bisa digunakan untuk bahan bakar memasak atau pembangkit listrik.
  • Pakan ternak: Misalnya ampas tahu atau kulit buah tertentu bisa diolah kembali menjadi pakan hewan.
  • Bahan baku industri: Seperti pembuatan kertas dari jerami atau bahan bioplastik dari pati tanaman.

Dampak jika tidak dikelola dengan baik : 

  • Menumpuk dan menyebabkan bau tidak sedap
  • Menjadi sarang penyakit (lalat, tikus, kuman)
  • Mengotori air tanah dan sungai
  • Menghasilkan gas metana yang berkontribusi pada pemanasan global

Tentang Eco Enzyme

Eco Enzim adalah cairan hasil fermentasi sisa limba organik segar (kulit buah, sisa sayuran), gula merah/gula aren, dan air dengan bantuan mikroorganisme alami. Cairan ini memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan dapat menguraikan zat organik, sehingga sering disebut sebagai "cairan ajaib" yang ramah lingkungan dan menggantikan bahan kimia pembersih.

Bahan pembuatan dan perbandingan : 

Dibuat dengan perbandingan berat yang sederhana:
1 bagian gula merah / gula aren
3 bagian limba organik segar (kulit buah, sisa sayur – hindari daging, ikan, atau makanan berminyak)
10 bagian air bersih

Proses fermentasi berlangsung selama 3 bulan dalam wadah tertutup rapat, dan diawali dengan mengeluarkan gas yang terbentuk setiap hari pada minggu pertama.

Kandungan utama : 

  • Enzim yang berfungsi memecah zat
  • Asam organik (seperti asam asetat, laktat)
  • Mikroorganisme menguntungkan
  • Mineral dan nutrisi alami

Manfaat Eco Enzim

  • Rumah Tangga : Pembersih lantai, piring, dan peralatan; penghilang bau; pestisida alami; pembersih saluran air
  • Pertanian dan Taman : Menyuburkan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, mencegah hama dan penyakit tanaman
  • Lingkungan : Mengurai limba organik, mengurangi bau busuk, membantu membersihkan air sungai/selokan, dan mengurangi penggunaan deterjen kimia
  • Kesehatan dan Kebersihan : Pembersih luka ringan, penghilang bau badan, campuran sabun mandi (dalam takaran yang tepat)

Keunggulan Dibanding Produk Kimia

  • Mengolah limba organik yang biasanya dibuang
  • Tidak mengandung zat beracun, aman bagi manusia dan hewan
  • Tidak merusak lingkungan dan tidak mencemari air
  • Biaya pembuatan sangat murah
  • Sisa ampas fermentasi pun masih bisa dimanfaatkan sebagai pupuk atau pengawet makanan hewan

Hal yang perlu diperhatikan : 

  • Hindari menggunakan limba organik yang sudah busuk atau berjamur
  • Jangan gunakan gula pasir atau gula buatan, karena tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan mikroba
  • Jika cairan berwarna hitam atau berbau busuk, berarti fermentasi gagal – tambahkan gula merah dan biarkan kembali beberapa minggu
  • Simpan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.