Puncak HAN ke-42 di Manggarai Bupati Hery Nabit Pimpin Jalan Sehat Pungut Sampah
Edi Hayong July 23, 2026 10:33 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG-  Memeringati Hari Anak Nasional (HAN) Ke-42 tingkat Kabupaten Manggarai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai melalui Forum Anak Kabupaten Manggarai (FAKAM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan meriah yang dipusatkan di Taman Kota, Natas Labar, Ruteng, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan ini jalan sehat bersama dan kampanye, tidak hanya sekadar olahraga, peringatan HAN tahun ini juga mengedepankan kepedulian lingkungan dengan aksi memungut sampah. 

Kegiatan yang diangkat dengan tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Mass Depan" ini melibatkan partisipasi aktif dari ratusan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kecematan Langke Rembong serta Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dan perwakilan Wahana Visi Indonesia. 

Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A. hadir langsung mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Baca juga: Hari Anak Nasional 2026, 16 Anak Binaan LPKA Kelas I Kupang Terima Remisi

Ia didampingi Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd., Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Lambertus Paput, S.Sos., Ketua Tim Satgas NTT Densus 88 Anti Teror Silvester Guntur, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, menegaskan, peringatan HAN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. 

Bupati dua Periode ini mengatakan, kesehatan, prestasi olahraga, serta perlindungan anak merupakan bagian penting yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Manggarai. 

"Setiap tahun Hari Anak Nasional kita peringati untuk mengingatkan kita semua bahwa anak-anak adalah tanggung jawab bersama. Meskipun perayaannya masih sederhana dan belum melibatkan banyak pihak, setidaknya ada satu momentum dalam setahun yang mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap masa depan anak-anak,"ujar Politisi PDIP itu. 

Baca juga: Hari Anak Nasional ke-42 di SBD, Bupati Ratu Wulla Ajak Tokoh Agama Berikan Pendidikan Moral

Menurut Alumni Seminari Pius XII Kisol itu, perkembangan teknologi digital dan sistem elektronik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Jika pada masa lalu telepon genggam belum menjadi bagian dari proses belajar, kini  teknologi telah hadir dalam hampir seluruh aspek kehidupan. 

"kemajuan teknologi juga membawa berbagai tantangan yang harus dihadapi secara bijaksana. Di era digital, berbagai informasi, baik yang benar maupun hoaks, dengan mudah beredar melalui gawai. Karena itu, anak-anak dituntut memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang positif dan bermanfaat serta menghindari konten yang merugikan,"Ujarnya.

Bupati Hery juga mengingatkan kepada orang tua, guru, maupun keluarga tidak mungkin mendampingi anak selama 24 jam.

Baca juga: Perayaan Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten TTS, WVI Komit Dukung Perempuan dan Anak

Karena itu, setiap anak perlu memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menggunakan teknologi secara bijak.

"Pilihlah mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang positif dan mana yang negatif. Pada akhirnya, kalian sendirilah yang menentukan bagaimana menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,"pesannya.

Bupati Hery juga menegaskan komitmen Pemkab Manggarai dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai ancaman, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi digital, hingga berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. 

"kemampuan pemerintah maupun orang tua memiliki keterbatasan dalam mengawasi anak setiap saat. Meski demikian, pemerintah akan terus berikhtiar memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh anak di Kabupaten Manggarai,"ujarnya. 

Ajak Anak Jadi Pelopor dan Pelapor

Bupati Hery juga mengajak anak-anaknya di Manggarai untuk menjadi pelopor dan pelapor. 

Sebagai pelopor, kata dia, anak-anak diharapkan mampu menginisiasi berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sementara sebagai pelapor, mereka diminta berani menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui adanya kekerasan, perundungan, pelecehan, maupun perlakuan buruk yang menimpa diri sendiri ataupun teman. 

"Jangan berpikir bahwa karena bukan kita yang mengalami, maka kita tidak perlu melapor. Jika mengetahui ada teman yang menjadi korban, beranilah berbicara kepada orang tua, guru, atau pihak yang berwenang agar dapat segera ditangani,"pintanya. (rob) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.