Ketua DPRD Edy Sasongko Ikut Ziarah Jelang Hari Jadi ke-222 Klaten, Sorot Nilai Perjuangan Pendahulu
Rifatun Nadhiroh July 23, 2026 10:20 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN -  Ketua DPRD Kabupaten Klaten, Edy Sasongko, mengikuti prosesi ziarah makam para pendahulu menjelang Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten.

Ia bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti rangkaian ziarah tersebut.

Rombongan melakukan perjalanan bersama menggunakan kendaraan besar.

Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam Kyai Mlati di Kampung Sekalekan, Kelurahan Klaten. Tokoh tersebut dipercaya memiliki jejak sejarah dalam lahirnya nama Kabupaten Klaten.

Baca juga: Jika Ada Anak Korban Kekerasan di Klaten, Bupati Hamenang Berpesan Agar Warga Berani Melapor

Ziarah kemudian dilanjutkan ke makam KRT Mangun Nagoro, Bupati Klaten pertama (1825–1852), dan KRMT Soerodirdjo, Bupati Klaten kedua (1852–1860), di kompleks Makam Panembahan Agung Kajoran, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

Selanjutnya, rombongan berziarah ke makam tokoh penyebar agama Islam, Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Bayat, di Kecamatan Bayat.

Prosesi ziarah juga dilakukan ke makam pemimpin Klaten lainnya, yakni Bupati Haryanto Wibowo (2000–2005) di Desa Teloyo dan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto (2025–2030) di Desa Ngreden.

Kedua lokasi tersebut berada di Kecamatan Wonosari.

Terakhir, rombongan berziarah ke makam KRT Mangoen Dilaga, Bupati Klaten periode 1867–1870, di Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah.

Baca juga: Puncak HKG PKK ke-54 Klaten, Bupati Hamenang: PKK Harus Jadi Solusi Berbagai Persoalan Masyarakat

Ketua DPRD Klaten, Edy Sasongko, mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut.

"Saya sangat mendukung. Dari awal sampai selesai saya mengikuti kegiatan ini," ujarnya kepada TribunSolo.com.
Menurut Edy, tradisi ziarah menjelang Hari Jadi Klaten merupakan kegiatan yang memiliki nilai positif.

"Ini tradisi yang baik. Selain mendoakan para leluhur, kita juga meneladani semangat perjuangan mereka," jelasnya.

Meneladani Nilai Perjuangan Pemimpin

Edy berharap kegiatan ziarah dapat menjadi pengingat bagi para pemimpin saat ini untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam membangun Kabupaten Klaten.

"Agar kita semua bisa tetap semangat dalam membangun Kabupaten Klaten dengan meneruskan perjuangan beliau-beliau yang telah berpulang," kata Edy.

Ia juga berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun demi menjaga semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap para pendahulu.

"Ya, kegiatan seperti ini harus dilakukan setiap tahun agar semuanya bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.

Baca juga: Menuju Hari Batik Nasional, Klaten Jadi Tuan Rumah Perdana Roadshow Indonesia Batik Festival 2026

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.