Bye-Bye Fotokopi KTP, Kota Mojokerto Sukses Geber Uji Coba Perlinsos dan IKD Tingkat Nasional
Dyan Rekohadi July 24, 2026 01:32 AM

 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kota Mojokerto sukses mengukuhkan posisinya di jajaran papan atas nasional setelah berhasil mencatatkan progresi signifikan dalam pelaksanaan uji coba pilot project integrasi bantuan sosial berbasis digital melalui portal Perlinsos.

Prestasi membanggakan ini membuktikan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat efisiensi tata kelola layanan publik modern.

Inovasi berbasis identitas digital ini diyakini bakal memangkas birokrasi rumit yang selama ini kerap membebankan warga.

Langkah strategis itu sekaligus menjadi fondasi kuat menuju penyaluran bantuan sosial yang jauh lebih transparan dan tepat sasaran.

Baca juga: Optimisme Wali Kota Mojokerto Ning Ita Tembus CKG 100 Persen di Oktober, Minta Nakes Turun Lapangan

 
Capaian Prestasi Nasional dan Solusi Gangguan Server


Uji Coba Terbatas Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Mojokerto telah mencapai 46.47 persen atau 22.957 Kepala keluarga (KK).

Capaian ini menempatkan Kota Mojokerto menduduki peringkat Ke-3 Nasional, dan atau peringkat kedua Se-Jawa Timur.

Kota Mojokerto merupakan salah satu dari 43 Kabupaten/Kota yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba (Pilot project) digitalisasi bantuan sosial melalui portal Perlinsos.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan adapun kendala saat ini adalah antrean server Perlinsos yang mengalami gangguan.

Meski begitu, uji coba transformasi digital pemerintah melalui implementasi digitalisasi bantuan sosial saat ini telah mencapai 46.47 persen atau 22.957 KK.

"Targetnya tercapai 46 persen Perlinsos, dan IKD (Identitas (Kependudukan Digital) mencapai 32 persen," ujar Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Ning Ita Tebar Beasiswa Kuliah, Gelontor Anggaran Rp 1 Miliar

 
Manfaat Akurasi Data dan Efisiensi Bansos Daerah


Ning Ita menjelaskan, digitalisasi IKD akan mendorong percepatan penyelenggaraan pemerintahan berbasis data sehingga penyaluran Bansos lebih tepat sasaran.

"Apabila data kependudukan di Kota Mojokerto sudah berbasis digital, maka datanya pasti lebih akurat dan valid. Perencanaan daerah kedepannya akan lebih tepat sasaran, program mudah dievaluasi karena basis datan akurat sehingga Margin Error rendah," pungkas Ning Ita.

Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemkomdigi, Aris Kurniawan mengungkapkan, pentingnya tahapan uji coba untuk membangun interoperabilitas data antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah.

Aris juga menyebut, bahwa integrasi sistem saat ini bergulir bertujuan untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial dan sekaligus fondasi transformasi layanan publik.

"Berbagi data interoperabilitas sistem merupakan lompatan besar, jika berhasil manfaatnya tidak hanya untuk digitalisasi Bansos tapi layanan kesehatan serta layanan dasar lainnya," kata Arif.

Baca juga: Santriwati Kota Mojokerto Digembleng Siaga Bencana, Wali Kota Ning Ita Gelar Program TAMATREN

 
Integrasi Sistem Digital Bebas Berkas Fotokopi


Menurutnya, pada proses uji coba menyesuaikan teknis supaya sistem saling terhubung.

Saat ini, masih dalam tahap pembelajaran melakukan penyempurnaan terhadap sistem.

"Nanti harapannya masyarakat akan dimudahkan, tidak ada lagi mengisi formulir berulang-ulang karena sudah punya identitas digital. Satu IKD nanti dapat digunakan seluruh layanan publik tanpa harus fotokopi lagi," tukas Arif.

Untuk diketahui, pendataan Perlinsos di Kota Mojokerto telah berlangsung sejak 6 Juli 2026 hingga sekarang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.