TRIBUNMANADO.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado merilis prakiraan cuaca untuk daerah rawan longsor di Sulawesi Utara yang berlaku pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan prakiraan yang dipublikasikan pada Kamis (23/7/2026) pukul 08.42 Wita, cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Namun, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan ringan, terutama pada Jumat (24/7/2026).
Baca juga: 14 Pejabat Minahasa Tenggara Ikut Uji Kompetensi, Paparkan Makalah ke Panitia Seleksi
Memasuki Sabtu (25/7/2026), kondisi cuaca diperkirakan membaik. Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Utara diprakirakan berawan hingga cerah berawan tanpa potensi hujan yang signifikan.
Jumat, 24 Juli 2026
Kabupaten Kepulauan Sangihe (pagi)
Kabupaten Minahasa Selatan (siang)
Kabupaten Bolaang Mongondow (pagi)
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (pagi dan siang)
Kota Kotamobagu (siang)
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (pagi dan siang)
Kabupaten Minahasa (pagi dan siang)
Kabupaten Minahasa Tenggara (pagi dan siang)
Sabtu, 25 Juli 2026
Tidak terdapat potensi hujan yang signifikan. Mayoritas wilayah diprakirakan berawan hingga cerah berawan sepanjang hari.
Prakiraan cuaca adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkirakan keadaan atmosfer di waktu yang akan datang dan di wilayah tertentu.
Saat ini, prakiraan cuaca dilakukan dengan mengumpulkan data mengenai keadaan atmosfer dengan menggunakan ilmu pengetahuan tentang proses-proses yang terjadi di atmosfer.
Sulawesi Utara adalah provinsi di ujung utara Pulau Sulawesi yang kaya akan kekayaan alam, budaya, dan tradisi. Ibu kotanya, Manado, menjadi pusat pemerintahan sekaligus gerbang utama pariwisata provinsi ini.
Sulawesi Utara terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, terutama Taman Nasional Bunaken yang mendunia, serta pegunungan dan danau yang memesona seperti Danau Tondano dan Gunung Lokon.
Selain alamnya yang menawan, provinsi ini juga memiliki kekayaan budaya dan toleransi antarumat beragama.
Masyarakatnya hidup rukun dengan semboyan lokal “Torang Samua Basudara”, menegaskan nilai persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman.
Kuliner khasnya, seperti tinutuan (bubur Manado) dan cakalang fufu, menambah daya tarik bagi wisatawan yang datang.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini