Kronologi Tragedi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan, Kasatnarkoba Selamat Sembunyi di Lubang
Sri Mariati July 24, 2026 09:52 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Personel kepolisian yang selamat dari tragedi penyerangan terhadap anggota Polri saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemie, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), kini telah kembali menjalankan tugas setelah menjalani proses pemulihan. 

Kejadian itu diketahui menewaskan 3 dari 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang terlibat dalam penggerebekan tersebut. 

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, seluruh anggota yang berhasil selamat dari insiden berdarah itu mendapat penanganan sesuai prosedur kepolisian. 

"Mereka dilakukan konseling dan pemulihan. Saat ini anggota kami yang selamat sudah kembali bertugas," ujar Iwan usai konferensi pers di Mapolda Kalteng, Kamis (23/7/2026). 

Menurutnya, proses pemulihan dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis para personel kembali pulih usai mengalami peristiwa yang menewaskan rekan mereka. 

Lebih lanjut, Iwan juga menceritakan kronologi detik-detik penyelamatan Kasat Reserse Narkoba Polres Katingan, yang sempat terpisah dari personel lainnya saat berupaya menyelamatkan diri dari serangan warga. 

Saat itu, kata Iwan, delapan anggota kepolisian mundur hingga ke sungai untuk menghindari dampak bentrok lebih parah.  

Sementara Kasat Resnarkoba melompat keluar rumah, lalu terjatuh dan masuk ke sebuah lubang di tepi sungai. 

"Kasatnya pada waktu itu jatuh dan terperosok masuk ke dalam lubang dekat pinggir sungai. Dia bertahan di situ sampai pagi," ungkapnya. 

Kasat Reserse Narkoba tersebut baru berhasil dievakuasi setelah personel lain datang ke lokasi dan menemukannya di tempat persembunyian. 

Setelah berhasil berkumpul kembali, para anggota sempat menyampaikan identitas mereka sebagai personel kepolisian kepada kelompok terduga pelaku. Namun, menurut Iwan, tindakan kekerasan terhadap aparat tetap terjadi. 

"Anggota juga sudah menyampaikan bahwa mereka dari kepolisian, tetapi tetap dilakukan pembunuhan terhadap anggota tersebut," kata Iwan. 

Untuk diketahui, kasus narkoba dan pembunuhan tiga personel Polres Katingan tersebut bermula dari penggerebekan terhadap target operasi yang diyakini sebagai bandar sabu bernama Bio di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7/2026) dini hari. 

Operasi yang dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan itu berujung bentrok setelah keluarga target operasi melakukan perlawanan. Waktu itu, satu di antara keluarga pelaku berteriak dan menyebut personel sebagai rampok, membuat warga lainnya mendatangi lokasi kejadian membawa sajam. 

Meski warga lainnya tak ikut campur setelah tahu ada anggota polisi yang hendak menangkap pelaku, keluarga terduga pelaku tetap menyerang personel. 

Peristiwa itu menyebabkan tiga dari 12 personel dalam operasi itu gugur, yakni Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumariyanto. 

Baca juga: Kapolda Kalteng Irjen Iwan Ungkap Sebab Cuma 12 Personel Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Baca juga: Breaking News, Kapolda Kalteng Update Kasus Sabu dan Pembunuhan 3 Anggota Polres Katingan

Selain itu, keluarga target operasi bernama Teriyo (40) juga meninggal dunia dalam insiden tersebut. 

Sejauh ini, sedikitnya 9 tersangka ditangkap. Mereka adalah Bio yang diduga pelaku utama, Ramblan alias Busu, Perie, Saldy, Roby, M Lupie, Yadi, Nimu, serta perempuan yang disebut kekasih Bio dan anak pejabat bernama Dhea Nabila. 

Adapun barang bukti yang ditemukan petugas di rumah pelaku di antaranya senjata api rakitan, senjata tajam, sabu, hingga kayu yang diduga digunakan untuk menyerang polisi 

Saat ini kepolisian masih memburu 4 orang lainnya yang diduga turut terlibat dalam pembunuhan anggota polisi itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.