TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – SMP Negeri 2 Nunukan, provinsi Kalimantan Utara memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, sekaligus tangguh menghadapi bencana.
Tak hanya membentuk tim penanganan perundungan (bullying), sekolah juga menggandeng berbagai instansi pemerintah untuk memastikan setiap persoalan yang dialami siswa dapat ditangani secara menyeluruh.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Nunukan, Yulaikha, mengatakan upaya perlindungan anak menjadi salah satu prioritas sekolah selain meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, sekolah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani kasus yang berkaitan dengan peserta didik.
Baca juga: Hari Anak Nasional, Disdik Nunukan Perkuat Sekolah Ramah Anak dan Bentuk Tim BSAN di Tiap Sekolah
"Kami tidak bekerja sendiri. Kami bermitra dengan BNN, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya. Orang tua juga kami libatkan agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara menyeluruh," ujar Yulaikha kepada TribunKaltara.com, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan berbagai pihak bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Selain fokus pada perlindungan anak, SMP Negeri 2 Nunukan juga tengah mempersiapkan simulasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026 mendatang.
Persiapan telah dilakukan sejak Februari dengan menyusun jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, hingga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan.
Dalam pelaksanaannya nanti, simulasi akan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat serta orang tua siswa.
"Insya Allah simulasi SPAB akan kami laksanakan pada 31 Juli 2026. Kami melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa agar seluruh warga sekolah memahami langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi bencana," katanya.
Lebih lanjut, Yulaikha mengatakan, simulasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, terutama menghadapi kondisi cuaca yang belakangan semakin ekstrem.
Tak hanya mengutamakan aspek keamanan, SMP Negeri 2 Nunukan juga terus mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
Siswa diberi kesempatan mengembangkan minat dan bakat di bidang seni, multimedia, hingga kreativitas digital.
Mereka juga didampingi menghasilkan berbagai karya untuk diikutsertakan dalam perlombaan.
"Anak-anak tidak hanya kami dorong di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni, multimedia, dan kreativitas lainnya. Mereka kami bimbing membuat video interaktif dan berbagai karya untuk diikutsertakan dalam perlombaan. Alhamdulillah, tahun lalu kami juga berhasil meraih prestasi dari kegiatan tersebut," katanya.
Melalui berbagai program tersebut, SMP Negeri 2 Nunukan berharap mampu mewujudkan sekolah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga aman, ramah anak, inklusif dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.
(*)