SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Tanah Sumatera Selatan tak hanya menyimpan kekayaan alam yang melimpah di dalam perut buminya, tetapi juga kesuburan luar biasa di atas permukaannya.
Sejuknya udara dataran tinggi hingga optimalisasi lahan perkotaan dan pedesaan yang kian masif menjadikan provinsi ini sebagai salah satu basis produksi sayuran yang potensial di Sumatera.
Dari sekian banyak komoditas hortikultura yang dibudidayakan, tomat menjadi salah satu primadona yang menyokong kebutuhan dapur masyarakat.
Warna merahnya yang segar tak sekadar menghiasi pasar-pasar tradisional, melainkan juga menopang denyut ekonomi para petani lokal.
Baca juga: Mengadu Kantong Pekerja Bebas: Ketika Kebun dan Tambang Sumsel Berhadapan dengan Pariwisata Bali
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per pembaruan 25 Mei 2025, tercatat lima daerah utama yang menjadi tulang punggung produksi tomat terbesar di Bumi Sriwijaya.
Selama ini, nama Kabupaten Muara Enim kerap diidentikkan dengan riuk industri pertambangan dan energi.
Namun, siapa sangka daerah ini justru memegang mahkota tertinggi sebagai lumbung tomat terbesar di Sumatra Selatan.
Dengan catatatan produksi yang mencengangkan mencapai 32.308 kuintal, Muara Enim melesat jauh meninggalkan daerah-daerah lainnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa pemanfaatan potensi lahan pertanian di Muara Enim berjalan sangat agresif di samping sektor ekstraktifnya.
Berada di hamparan dataran tinggi dengan hawa sejuk khas kaki Gunung Dempo, Kota Pagar Alam memang terlahir sebagai surga tanaman hortikultura.
Kota pariwisata ini mengokohkan posisinya di peringkat kedua dengan total produksi mencapai 12.709 kuintal.
Pasokan tomat segar dari tanah Pagar Alam tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga kerap menjadi andalan untuk mendistribusikan komoditas sayuran ke berbagai daerah tetangga.
Berdampingan secara geografis dengan Pagar Alam dan Muara Enim, Kabupaten Lahat mengamankan posisi ketiga.
Karakteristik topografi yang mendukung serta keahlian bertani masyarakatnya membuat Lahat mampu membukukan panen tomat hingga 10.841 kuintal.
Capaian melebihi angka 10 ribu kuintal ini menegaskan dominasi kawasan barat Sumatra Selatan sebagai poros utama rantai pasok sayuran segar.
Tak hanya perkasa sebagai raja produksi beras nasional, Kabupaten Banyuasin membuktikan diversifikasi sektor pertaniannya yang kian matang.
Lewat pemanfaatan lahan pedesaan yang efektif, Banyuasin berhasil masuk dalam jajaran jagoan hortikultura dengan produksi tomat mencapai 4.588 kuintal.
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melengkapi jajaran lima besar daerah penghasil tomat terbanyak di Sumsel.
Dengan memproduksi sekitar 4.242 kuintal, OKI menunjukkan bahwa sektor tanaman sayuran terus berkembang positif dan menjadi salah satu penopang pendapatan petani di wilayah daratan Sumsel bagian timur.
Potret lima besar daerah produsen tomat ini menegaskan bahwa ketahanan pangan Sumatera Selatan dibangun atas kolaborasi geografis yang unik.
Dari dinginnya lereng pegunungan hingga pemanfaatan lahan dataran rendah, produksi tomat Sumsel membuktikan bahwa potensi agribisnis daerah ini masih sangat bergairah untuk terus dikembangkan.