TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Satreskrim Polres Siak terus mendalami penyelidikan kasus kematian dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris.
Penanganan perkara kini mendapat asistensi dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau untuk memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur dan prinsip keilmuan.
“Kami berharap penyelidikan ini dapat segera selesai. Namun seluruh proses tetap berpedoman pada prinsip keilmuan agar nantinya menghadirkan fakta kebenaran yang tidak terbantahkan terkait penyebab kematian korban,” kata Kasatreskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos P, Jumat (24/7/2026).
Raja Kosmos menjelaskan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan jenazah, serta mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi.
Jenazah kemudian diautopsi, sementara barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, hasil autopsi masih menunggu pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik.
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang dikirim ke laboratorium juga masih dalam proses.
Dalam penyelidikan, polisi juga telah mengamankan seluruh rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam perjalanan korban sejak keluar dari RSUD Tengku Rafian Siak hingga menuju lokasi ditemukannya korban.
Rekaman tersebut diperoleh dari dua sumber CCTV dan telah dijadikan barang bukti.
Pemeriksaan saksi juga terus diperluas.
Sejauh ini penyidik telah memeriksa petugas keamanan dan pegawai RSUD Tengku Rafian Siak, dua dokter pembimbing residen anestesi, seorang dokter residen anestesi, serta istri korban.
Selain itu, penyidik akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah saksi berdasarkan temuan baru dalam penyelidikan.
Baca juga: Polisi Buka Isi HP Dokter Alex Cristo Loris yang Tewas di Siak, Konfirmasi ke Dokter di Maluku
Baca juga: Kisah Dokter Benny Saat Menemukan dr Alex Cristo Loris di Semak-semak
Polisi juga berencana meminta keterangan dari rekan-rekan korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), staf akademik, staf bagian keuangan fakultas, hingga dua rekan korban di Maluku yang terdiri dari seorang bidan dan seorang dokter yang telah dihubungi untuk memberikan informasi.
Polisi juga telah membuka satu unit telepon genggam milik korban secara manual dengan bantuan istri korban.
Namun, sejumlah aplikasi di dalam telepon genggam tersebut belum dapat diakses sehingga perangkat itu dikirim ke Laboratorium Forensik untuk dilakukan pemeriksaan digital forensik lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan barang bukti, keterangan para saksi, dan data yang diperoleh dari telepon genggam korban, penyidik juga melibatkan ahli psikologi forensik.
Satreskrim Polres Siak telah meminta bantuan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau.
Pemeriksaan psikologi forensik saat ini telah dimulai melalui metode wawancara terhadap para saksi serta analisis terhadap barang bukti dan petunjuk lain yang berkaitan dengan penyelidikan.
Kasatreskrim menegaskan penyidik akan terus bekerja mengungkap penyebab kematian dr Alex Cristo Loris secara menyeluruh.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, perkembangan penyelidikan juga terus disampaikan kepada Bupati Siak selaku kepala daerah sebatas informasi umum, agar pemerintah daerah dapat memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama proses penyelidikan berlangsung.
( Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)