Karang Nini Pangandaran, Hidden Gem yang Menenangkan di Balik Akses Jalan dan Fasilitas yang Kurang
Dedy Herdiana July 24, 2026 11:35 AM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Di tengah deretan destinasi wisata populer di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, objek wisata Karang Nini di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, masih menyimpan pesona yang belum banyak diketahui wisatawan. 

Di spot yang terbilang masih jadi hidden gem itu menyuguhkan view hamparan pepohonan rindang, padang rumput hijau, tebing yang menghadap langsung ke Samudra Hindia, serta suasana yang tenang menjadikan kawasan ini sebagai tempat favorit bagi wisatawan yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk keramaian.

SUASANA KARANG NINI - Suasana di Kawasan Wisata Karang Nini di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (24/7/2026). Spot wisata ini masih menjadi hidden gem yang menyimpan pesona yang belum banyak diketahui wisatawan.
SUASANA KARANG NINI - Suasana di Kawasan Wisata Karang Nini di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (24/7/2026). Spot wisata ini masih menjadi hidden gem yang menyimpan pesona yang belum banyak diketahui wisatawan. (TribunJabar.id/Padna)

Namun, di balik keindahan alamnya, Karang Nini masih menghadapi persoalan klasik. Akses jalan menuju lokasi dan sejumlah fasilitas yang dinilai kurang terawat menjadi keluhan utama para pengunjung.

Kawasan wisata Karang Nini menawarkan panorama alam yang berbeda dibandingkan destinasi pantai lain di Pangandaran. 

Dari atas tebing, wisatawan dapat menyaksikan bentangan laut lepas dengan deburan ombak khas pesisir selatan, sementara rindangnya pepohonan menciptakan suasana sejuk dan nyaman untuk bersantai.

Tak heran jika tempat ini kerap disebut sebagai hidden gem oleh para pengunjung.

Baca juga: Pasca Wisatawan Bandung Meninggal, Disparbud Pangandaran Akan Tertibkan Penyewaan Boogie Board

Baca juga: Presiden Prabowo Resmi Bentuk Kejari Pangandaran, Lahan 5 Hektare Disiapkan

Seorang pengunjung asal Cilacap, Jawa Tengah, Handoko (41) mengaku sengaja datang seorang diri ke Karang Nini untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan.

Baginya, suasana yang masih alami menjadi daya tarik utama sehingga ia memutuskan kembali berkunjung.

"Kebetulan sebelumnya sudah pernah ke sini satu kali. Tempatnya adem, nyaman, sunyi, masih belum banyak orang yang tahu. Jadi enak buat healing," ujar Handoko berbincang-bincang dengan Tribun Jabar, Jumat (24/7/2026) pagi.

Namun sayang, pengelolaan kawasan wisata tersebut masih harus ditingkatkan, terutama pada aspek fasilitas dan akses jalan.

"Sebenarnya fasilitas kurang karena banyak yang tidak terurus. Aksesnya juga susah karena jalannya sudah jelek," katanya 

Padahal, Karang Nini memiliki potensi besar menjadi destinasi unggulan apabila mendapat perhatian lebih dari pengelola. 

Dengan perbaikan infrastruktur dan promosi yang lebih optimal, ia meyakini minat wisatawan bakal terus meningkat.

Sementara petugas loket Karang Nini, Undang, menyampaikan kawasan wisata ini dikelola oleh Palawi, anak perusahaan Perhutani yang bergerak di bidang pengelolaan wisata alam.

Ia mengatakan tiket masuk ke Karang Nini dipatok sebesar Rp 11.000 per orang, dengan tarif parkir Rp 2.500 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. 

Setelah melewati pintu masuk, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju bibir pantai melalui jalan yang merupakan aset Perhutani.

"Jarak dari pintu masuk ke pantai sekitar dua kilometer. Jalannya memang milik Perhutani," ucap Undang.

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan biasanya meningkat pada akhir pekan. Saat Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 70 orang, terutama apabila ada rombongan wisata.

Namun terkait keluhan mengenai kondisi jalan menuju lokasi, Undang mengaku hingga kini belum menerima informasi mengenai rencana perbaikan.

"Sejauh ini belum tahu ya saya, belum ada rencana perbaikan," ujarnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.