TRIBUNLOMBOK.COM - UTA Arad akan menjamu Otelul Galati dalam lanjutan SuperLiga Rumania di Arena Francisc Neuman pada Jumat, 24 Juli 2026.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi UTA Arad untuk bangkit setelah menelan kekalahan telak pada pertandingan sebelumnya. Namun, mereka akan menghadapi Otelul Galati yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan CFR Cluj.
UTA Arad harus segera bangkit setelah kalah 0-4 dari Universitatea Craiova di Stadionul Ion Oblemenco.
Dalam pertandingan tersebut, UTA hanya menguasai 35 persen penguasaan bola dan mencatatkan dua tembakan tepat sasaran. Hasil tersebut membuat mereka harus segera memperbaiki performa saat kembali bermain di hadapan pendukung sendiri.
Secara keseluruhan, performa UTA dalam 10 pertandingan liga terakhir cukup positif. Mereka mencatatkan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Tim asuhan Adrian Mihalcea rata-rata mencetak 1,4 gol per pertandingan dalam periode tersebut. UTA juga mencatatkan rata-rata 5,5 tendangan sudut setiap pertandingan.
Performa kandang menjadi salah satu alasan UTA tetap patut diperhitungkan. Mereka memenangkan empat dari lima pertandingan kandang terakhir dan enam dari 10 laga kandang terakhir.
Dmytro Pospelov menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak tiga gol dalam 10 pertandingan terakhir. Richard Odada, Hakim Abdallah, dan Alexandru Benga masing-masing menyumbangkan dua gol.
Hakim Abdallah dan Alin Roman juga menjadi pemain dengan kontribusi assist terbanyak, yakni masing-masing dua assist dalam periode tersebut.
Otelul Galati meraih kemenangan penting pada pertandingan sebelumnya dengan mengalahkan CFR Cluj 2-1 di Stadionul Otelul.
Tim asuhan Stjepan Tomas tampil cukup efektif dalam pertandingan tersebut. Joao Lameira dan Patrick mencetak gol untuk membawa Otelul meraih tiga poin.
Dalam 10 pertandingan liga terakhir, Otelul mencatatkan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Mereka rata-rata mencetak 1,9 gol dari 14,2 percobaan dan 5,2 tembakan tepat sasaran per pertandingan. Otelul juga memiliki rata-rata penguasaan bola 54,7 persen dalam periode tersebut.
Patrick menjadi pemain paling produktif dengan mencetak empat gol. Andrei Ciobanu menyumbangkan tiga gol, sementara Joao Lameira dan dua pemain lainnya masing-masing mencetak dua gol.
Pedro Nuno juga menjadi salah satu pemain penting setelah mencatatkan tiga assist dalam 10 pertandingan terakhir.
Namun, performa tandang Otelul masih perlu diperbaiki. Mereka kalah dalam tiga dari lima pertandingan tandang terakhir.
Otelul Galati memiliki rekor pertemuan yang lebih baik dalam beberapa pertandingan terakhir.
Mereka tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir melawan UTA. Pada pertemuan terakhir, Otelul menang 1-0 saat bermain di kandang sendiri.
Dalam sembilan pertemuan terakhir kedua tim, Otelul mencatatkan tiga kemenangan, UTA Arad meraih dua kemenangan, sementara empat pertandingan lainnya berakhir imbang.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung cukup seimbang. Kedua tim memiliki catatan yang hampir identik dalam 10 pertandingan liga terakhir.
UTA Arad memiliki keuntungan bermain di kandang dan menunjukkan performa yang cukup kuat di Arena Francisc Neuman. Setelah kalah telak dari Universitatea Craiova, mereka juga memiliki motivasi besar untuk memberikan respons positif.
Di sisi lain, Otelul Galati datang dengan modal kemenangan atas CFR Cluj dan memiliki rekor pertemuan yang lebih baik dalam beberapa laga terakhir.
Namun, catatan tandang Otelul yang kurang konsisten dapat menjadi masalah. Jika UTA mampu memanfaatkan dukungan publik dan bermain lebih agresif sejak awal, mereka memiliki peluang untuk meraih kemenangan.
Prediksi Skor UTA Arad 2-1 Otelul Galati
Link Live UTA Arad vs Otelul Galati
Disclaimer: Prediksi ini dibuat berdasarkan analisis statistik dan data performa tim untuk tujuan hiburan semata, bukan sebagai ajakan atau rekomendasi untuk aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun
Baca juga: Prediksi Skor St Patricks Athletic vs Dundalk, Head-to-head dan Statistik League of Ireland Premier
(TribunLombok/ Irsan Yamananda)