Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan di dua pabrik, yakni PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) dan PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), mengalami perbedaan.
Harga di PT BSL masih bertahan, sedangkan PT SBS mengalami kenaikan sebesar Rp 30 per kilogram.
Diketahui, harga TBS sawit di PT SBS pada hari ini naik menjadi Rp 2.730 per kilogram dari sebelumnya Rp 2.700 per kilogram.
Sementara itu, harga TBS sawit di PT BSL masih tetap di angka Rp 2.800 per kilogram.
“Hari ini harga sawit di PT SBS mengalami kenaikan sebesar Rp 30 per kilogram. Kenaikan ini membuat harga di PT SBS hampir menyusul harga di PT BSL yang telah mencapai Rp 2.800 per kilogram,” ujar Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Arif Budiman, kepada TribunBengkulu.com, Jumat (24/7/2026).
Pihaknya berharap harga TBS sawit yang mulai stabil saat ini dapat terus dipertahankan, bahkan jika memungkinkan terus mengalami peningkatan.
Menurutnya, harga sawit yang baik akan memberikan semangat kepada para petani dalam mengelola kebun sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Baca juga: Cuaca Bengkulu Selatan Jumat 24 Juli 2026, Kecamatan Seginim-Pasar Manna Cerah
Pasalnya, saat harga sawit mengalami penurunan drastis, banyak petani mengeluhkan tingginya biaya operasional perkebunan, mulai dari harga pupuk hingga biaya pemeliharaan tanaman yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, kita harapkan harga ini mulai stabil dan tidak ada penurunan yang begitu signifikan,” kata Arif.
Dengan mulai meningkatnya harga TBS sawit tersebut, diharapkan pendapatan para petani sawit di Bengkulu Selatan semakin membaik sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya yang menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Pemerintah juga berharap tren positif ini dapat terus berlanjut agar kesejahteraan petani semakin meningkat.