PCNU Mamuju Dukung 100 Persen Gus Yahya Kembali Pimpin PBNU di Muktamar ke-35 NU
Abd Rahman July 24, 2026 04:59 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Jelang Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mamuju menyatakan sikap dan dukungan penuh kepada KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk kembali memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kedepan

Dukungan tersebut disampaikan Ketua PCNU Mamuju, H. Tasir Irwanto, menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang

Tasir mengatakan, nama Gus Yahya menjadi salah satu figur yang dinilai paling layak untuk kembali memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Baca juga: Paus 4 Meter Terdampar di Pantai Bajoe Binuang Polman, Warga Evakuasi ke Laut Dalam

Baca juga: Kasus Mobil Pelansir dan 2 Rumah di Polman Ludes Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Penimbunan BBM

Selain Gus Yahya, sejumlah nama lain juga disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, di antaranya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, serta KH Marzuki Mustamar.

"NU PC Mamuju mendukung Gus Yahya," kata Tasir saat diwawancarai tribun-sulbar.com di Sekretariat PCNU Mamuju pada Jum'at (24/7/2026).

Ia bahkan menegaskan, dukungan PCNU Mamuju terhadap Gus Yahya telah mencapai 100 persen.

"100 persen," tegasnya.

Menurut Tasir, dukungan tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap pengalaman, senioritas, kapasitas, serta kemampuan Gus Yahya dalam memimpin NU.

Ia menilai Gus Yahya memiliki gaya kepemimpinan yang dianggap memiliki kedekatan dengan karakter kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Beliau itu adalah seorang tokoh yang mewarisi kepemimpinan dari Gus Dur, gaya kepemimpinannya juga Gus Dur. Beliau cukup menguasai NU," ujarnya.

Tasir juga menyebut, pengalaman Gus Yahya dalam memimpin PBNU menjadi salah satu pertimbangan utama PCNU Mamuju. Ia menyebut Gus Yahya memiliki pengalaman yang kuat dalam mengelola organisasi dan memahami dinamika internal NU.

"Terbukti waktu pemilihan kemarin, dia mengalahkan ketua yang lama dengan skor yang sangat telak" katanya.

Lebih lanjut, Tasir menyebut sikap PCNU Mamuju juga didasarkan pada pandangan bahwa proses pemilihan Ketua Umum PBNU harus berjalan secara independen.

Terkait dukungan dari wilayah, Tasir mengakui bahwa sikap NU di Sulawesi Barat belum sepenuhnya satu suara.

Meski demikian, PCNU Mamuju tetap menyatakan sikapnya secara tegas untuk mendukung Gus Yahya.

Dalam Muktamar NU, Tasir menjelaskan, PCNU Mamuju akan mengirimkan sejumlah pengurus. Namun, hak suara dalam pemilihan Ketua Umum PBNU berada pada Ketua PCNU.

"Lima orang dari pengurus, satu ketua Dewan Syuro, Dewan Nasihat, dua ketua harian, sekretaris, dan bendahara. Yang memilih satu, ketua PC," jelasnya.

Tasir kembali menegaskan bahwa Gus Yahya dinilai sangat layak untuk kembali memimpin PBNU.(*)

Laporan wartawan tribun-sulbar.com Baiq Sukma Widiawati

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.