TRIBUNJOGJA.COM – Pernahkah Tribunners bingung dengan istilah healing, self reward, dan self care?
Ketiga istilah ini semakin sering digunakan di media sosial, tetapi masih banyak yang menganggap semuanya memiliki arti yang sama.
Tidak sedikit orang menyebut kegiatan jalan-jalan sebagai healing, membeli barang baru sebagai self care, atau sekedar makan enak sebagai healing.
Padahal ketiga istilah tersebut memiliki makna dan tujuan yang berbeda.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara healing, self care, dan self reward?
Healing pada dasarnya merupakan proses pemulihan diri, baik secara emosional maupun mental, setelah menghadapi tekanan, setres, atau pengalaman yang menguras energi.
Tujuan utamanya bukan sekedar bersenang-senang, melainkan membantu diri kembali merasa lebih tenang dan siap menjalani aktivitas.
Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menjalani proses healing.
Ada yang memilih berlibur, membaca buku, berjalan-jalan di alam, beribadah, menghabiskan waktu bersama orang terdekat atau bahkan tidur yang cukup.
Selama aktivitas tersebut benar-benar membantu memulihkan kondisi fisik maupun mental, maka itulah yang bisa disebut sebagai healing.
Namun belakangan istilah healing sering kali digunakan untuk menyebut semua aktivitas liburan atau jalan-jalan.
Membuat makna sebenarnya semakin kabur.
Perlu untuk diketahui tidak semua perjalanan wisata itu adalah healing.
Jika seseorang hanya berpindah tempat tanpa benar-benar meras pulih, kegiatan tersebut belum tentu bisa disebut dengan healing.
Berbeda dengan healing, self reward merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri setelah berhasil menyelesaikan suatu usaha atau mencapai target tertentu.
Bentuknya tidak harus mahal ataupun mewah.
Sesederhana membeli eskrim favorit setelah menyelesaikan tugas, menikmati makanan kesukaan setelah bekerja keras, menonton film di bioskop atau membeli barang yang sudah lama diinginkan dapat menjadi bentuk self reward.
Intinya, aktivitas tersebut dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada diri sendiri atas usaha yang telah dilakukan.
Sementara itu, self care lebih mengarah pada kebiasaan merawat dan menjada diri agar kesehatan fisik maupun mental tetap terpelihara.
Berbeda dengan self reward yang biasanya dilakukan setelah mencapai sesuatu, self care justru menjadi rutinitas.
Contoh self care antara lain mengkonsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, berolahraga teratur, menjaga kebersihan diri, membatasai penggunaan media sosial ketika mulai terasa melelahkan, hingga menyediakan waktu untuk beristirahat.
Dengan kata lain self care merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri agar tubuh dan pikiran tetap sehat sebelum mengalami kelelahan yang berlebihan.
Meski terdengar mirip, ketiga istilah tersebut memiliki tujuan yang berbeda.
Healing berfokus pada proses pemulihan ketika kondisi fisik atau mental sudah terkuras.
Self reward merupakan bentuk apresiasi atas usaha atau pencapaian yang telah diraih.
Sedangkan self care adalah kebiasaan merawat diri secara konsisten agar kesehatan fisik dan mental juga terjaga.
Memahami perbedaan ketiganya dapat membantu seseorang lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.
Karena bagaimanapun tidak semua jalan-jalan adalah healing, tidak semua belanja merupakan self reward, dan self care bukan berarti harus mengeluarkan uang yang banyak.
Yang paling utama adalah memiliki aktivitas yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan diri dan memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.
Uniknya lagi seseorang bahkan bisa saja melakukan ketiganya dalam satu waktu.
Seperti setelah menyelesaikan pekerjaan yang melelahkan, seseorang memilih berlibur ke tempat yang tenang.
Liburan tersebut bisa menjadi self reward karena merupakan bentuk apresiasi atas kerja kerasnya, sekaligus menjadi healing jika membantu memulihkan kondisi emosional dan mentalnya.
Dan selama liburan tersebut, ia menjaga pola makan, tidur yang cukup, dan meluangka waktu untuk beristirahat.
Maka hal tersebut juga termasuk dalam self care.
Nah itu artinya ketiga istilah ini tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masing-masing.
Jadi kapan kamu akan healing, Tribunners? (MG Eka Robiatul A)