Universitas Republik Indonesia (URI) akan berfokus pada pendidikan berbasis sains, teknologi, engineering (rekayasa/teknik), dan matematika (STEM). Di samping itu, URI juga akan membuka program studi bidang kesehatan dan kedokteran.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto, dikutip dari Antara, Jumat (24/7/2026).
Aris menjelaskan, pengembangan URI berbasis STEM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini menurutnya turut merespons kebutuhan penguatan kompetensi SDM, khususnya di bidang penguasaan teknologi, di tengah sumber daya alam yang melimpah.
"Ya oleh karena itu Pak Presiden fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM: . Dengan demikian bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri. Dan sumber daya alamnya kita sudah lengkap, sudah tersedia semua," katanya.
Ia menambahkan, di samping melalui URI, pemajuan teknologi melalui perguruan tinggi negeri (PTN) menurutnya juga diupayakan. Dalam Diskusi Kebangsaan Chapter 1 bersama Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) yang dihadiri 19 rektor kampus negeri di Jakarta, Rabu (22/7) tersebut, kedua pihak membahas mengenai tindak lanjut dari Sarasehan Kebangsaan, Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026, pada Juni lalu.
"Kemarin saya baru juga diskusi dengan 20 rektor PTN. Kemarin kan? Kemarin diskusi. Salah satunya juga hal ini, untuk memajukan bagaimana teknologi di Indonesia. Supaya kita menjadi bangsa mandiri lah ya," ucapnya.
URI Akan Punya Prodi Bidang Kedokteran-Kesehatan
Aris menambahkan, URI juga akan membuka program studi bidang kesehatan dan kedokteran, di samping prodi-prodi STEM. Pendirian prodi ini menurutnya lantaran rasio dokter di Indonesia masih berada di bawah standar ideal dan kebutuhan untuk memperkuat pengembangan pendidikan kedokteran.
Sementara itu, mekanisme penerimaan mahasiswa dan aspek teknis penyelenggaraan URI akan disampaikan lebih lanjut oleh Gubernur URI Marsekal TNI (Purn) Doni Ermawan Taufanto yang baru dilantik pada Rabu (22/7/2026).
Kampus Calon Pejabat
Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan, URI disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa. Kampus ini akan mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang mempersiapkan calon-calon pemimpin untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan sejumlah negara.
Prasetyo mencontohkan, Prancis memiliki École nationale d'administration (ENA), yang kini menjadi Institut National du Service Public (INSP) yang mendidik para calon pejabat pemerintahan. Model serupa diharapkan mendukung pembentukan pemimpin yang memiliki kemampuan teknis dan wawasan kebangsaan.
"Semua pejabat pemerintahan, semua pejabat BUMN, bahkan pejabat gubernur, bupati itu harus masuk atau pernah mengikuti pendidikan itu," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7).
Saksikan Live DetikSore:





