TRIBUNJOGJA.COM - Setiap tahun, menjelang perilisan seri terbaru EA Sports FC, pola yang sama selalu terulang.
EA mulai membangun antusiasme lewat teaser dan reveal trailer yang menampilkan berbagai fitur baru, sementara komunitas langsung ramai membahas apakah perubahan yang dijanjikan benar-benar akan terasa di dalam permainan.
Hal serupa kembali terjadi pada EA Sports FC 27.
Reveal trailer yang dirilis EA mendapat beragam respons di media sosial dan forum komunitas.
Banyak pemain menilai gameplay yang ditampilkan masih terlihat sangat mirip dengan FC 26.
Animasi, tempo permainan, hingga pergerakan pemain dinilai belum menunjukkan lompatan yang benar-benar signifikan.
Padahal, FC 27 sebenarnya membawa salah satu perubahan konsep terbesar dalam beberapa tahun terakhir, yaitu hadirnya mode dunia terbuka bernama The Grounds.
Mode ini memungkinkan pemain menjelajahi area sosial, bertemu dengan pemain lain, mengikuti berbagai aktivitas, hingga memainkan sejumlah mini game di luar pertandingan sepak bola.
The Grounds juga dibagi ke dalam tiga distrik dengan karakteristik masing-masing, mulai dari area kickabout santai hingga arena duel satu lawan satu.
EA turut menghadirkan sejumlah karakter yang dapat berinteraksi dengan pemain di mode tersebut.
Kylian Mbappé, yang menjadi wajah sampul FC 27, dikonfirmasi sebagai salah satu Grounds Mentor.
Sementara itu, Alex Hunter, tokoh utama mode The Journey yang terakhir muncul di FIFA 19, juga kembali hadir.
Di atas kertas, The Grounds merupakan inovasi yang cukup besar.
Namun, respons komunitas tetap cenderung dingin.
Penyebabnya bukan semata-mata karena fitur tersebut dianggap tidak menarik.
Bagi sebagian pemain, persoalan utamanya justru terletak pada menurunnya kepercayaan terhadap janji-janji EA.
Dalam beberapa tahun terakhir, EA hampir selalu memperkenalkan fitur baru sebagai terobosan besar, mulai dari HyperMotion, HyperMotion V, FC IQ, hingga berbagai peningkatan kecerdasan buatan dan fisika permainan.
Namun, setelah game dirilis, tidak sedikit pemain yang merasa perubahan tersebut tidak memberikan perbedaan sebesar yang digambarkan dalam materi promosi.
Pengalaman itulah yang membuat sebagian komunitas mulai memandang setiap reveal trailer dengan sikap lebih skeptis.
Banyak pemain kini memilih menunggu ulasan, gameplay penuh, dan pengalaman pengguna setelah perilisan dibanding langsung percaya pada apa yang ditampilkan dalam trailer.
Karena itu, tantangan terbesar EA Sports FC 27 mungkin bukan sekadar menghadirkan fitur baru.
Yang lebih sulit adalah membuktikan bahwa inovasi tersebut benar-benar mengubah pengalaman bermain.
Sebab bagi banyak pemain, kualitas sebuah seri EA Sports FC kini tidak lagi dinilai dari trailer, melainkan dari apa yang benar-benar mereka rasakan ketika game akhirnya dimainkan.
(MG Farhatiy Rijal)