Panitia Damaikan Peserta Cabor BMC Racing Sempat Ricuh Diajang Porprov NTB
Idham Khalid July 24, 2026 04:11 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pertandingan cabang olahraga (cabor) balap sepeda BMX Racing pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, sempat diwarnai kericuhan antar penonton dan antar kontingen. 

Pihak panitia memastikan ketegangan tersebut langsung diselesaikan secara kekeluargaan di lokasi kejadian.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesian Cycling Federation (ICF) NTB, Robyal Alsahasri, menjelaskan kericuhan bermula dari insiden senggolan di dalam sirkuit, antara atlet asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Dompu. 

Sayangnya, gesekan di arena tersebut berlanjut hingga luar pertandingan seusai jam istirahat.

“Kejadian itu di luar dugaan kami. Tapi persoalan langsung diselesaikan di lapangan. Panitia langsung memediasi kedua belah pihak kontingen,” katanya.

Robyal menambahkan, mediasi berjalan lancar karena para atlet dan official sebenarnya sudah saling kenal, bahkan sempat latihan bersama sebelum kompetisi. Tidak ada persoalan yang dibawa ke ranah hukum, dan pertandingan pun dapat dilanjutkan kembali hingga tuntas.

Baca juga: Prediksi Skor Bolton Wanderers vs Everton, Head-to-head dan Statistik di Friendly Match 2026

Ia pun menyayangkan rekaman video insiden tersebut terlanjur viral di media sosial sehingga memicu beragam asumsi liar di masyarakat. 

“Masalahnya sebenarnya sudah selesai, hanya saja videonya terlanjur viral,” katanya.

Sementara itu, Ketua ICF Dompu, Huyasmin, membeberkan bahwa gesekan terjadi karena kedua belah pihak sempat saling klaim mengenai siapa yang memicu percekcokan. Adu mulut tersebut sempat membuat jalannya pertandingan tertunda sejenak.

Meski demikian, Huyasmin menilai ketegangan dalam dinamika kompetisi adalah hal yang lumrah mengingat tensi pertandingan yang tinggi.

“Setelah sepakat damai, pertandingan dilanjutkan. Saat penyerahan medali, semua atlet dan kontingen sudah saling rangkul kembali,” tutur Huyasmin.

Guna mencegah kejadian serupa berulang, Pengprov ICF NTB menegaskan akan memperketat regulasi dan pengamanan sirkuit. Sanksi tegas siap dijatuhkan kepada rider atau kontingen yang melanggar aturan sesuai standar nasional.

Ajang Porprov XII NTB untuk cabor BMX Racing ini diikuti oleh 58 atlet yang bersaing ketat memperebutkan juara. 

Selain mengejar gengsi daerah, ajang ini sekaligus menjadi wadah seleksi dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Adapun gelar juara pada cabor ini berhasil diraih oleh kontingen Kabupaten Dompu.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.