AC Milan Masuk Era Baru, Ruben Amorim Siap Korbankan Empat Pemain Favorit Allegri
Arif Tio Buqi Abdulah July 24, 2026 04:16 PM

TRIBUNNEWS.COM – Pergantian pelatih dari Massimiliano Allegri ke Ruben Amorim mulai membawa perubahan besar di AC Milan.

Sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi andalan Allegri kini dikabarkan terancam kehilangan tempat di tim utama karena dinilai tidak sesuai dengan filosofi permainan pelatih asal Portugal tersebut.

Laporan La Gazzetta dello Sport menyebutkan setidaknya ada empat pemain yang masa depannya kini berada dalam tanda tanya, yakni Matteo Gabbia, Fikayo Tomori, Alexis Saelemaekers, dan Davide Bartesaghi.

Keempatnya merupakan sosok penting pada era Allegri. Namun, dengan perubahan gaya bermain yang diterapkan Amorim, mereka kini berisiko turun menjadi pelapis, bahkan tidak menutup kemungkinan dilepas pada bursa transfer musim panas.

Meski demikian, AC Milan masih akan menjalani kompetisi Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia sehingga peluang tampil tetap terbuka bagi seluruh anggota skuad.

REAKSI AMORIM - Reaksi pelatih Manchester United, Ruben Amorim setelah anak asuhnya mampu mengalahkan Brighton pada pekan ke-10 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Manchester United menang dengan skor 4-2.
REAKSI AMORIM - Reaksi mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim saat MU mengalahkan Brighton pada pekan ke-10 Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (25/10/2025) malam WIB. Manchester United menang dengan skor 4-2. (Twitter @ManUtd)

Gabbia Tak Lagi Cocok dengan Skema Amorim

Matteo Gabbia menjadi salah satu pemain yang paling terdampak pergantian pelatih.

Bek lulusan akademi Milan itu merupakan sosok penting di lini belakang Allegri berkat pengalaman dan jiwa kepemimpinannya.

Gabbia kerap dimainkan sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek yang mengandalkan garis pertahanan lebih rendah.

Namun, pendekatan Ruben Amorim berbeda.

Pelatih berusia 41 tahun itu menginginkan lini pertahanan bermain jauh lebih tinggi sehingga membutuhkan bek dengan kecepatan, agresivitas, dan kemampuan menguasai bola yang lebih baik.

Situasi tersebut membuat posisi Gabbia mulai terancam, terlebih setelah Milan mendatangkan Mario Gila, bek yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Amorim.

Baca juga: AC Milan Kunci Masa Depan Luka Modric, Amorim Pertahankan sang Maestro hingga 2027

Tomori Terancam Dijual

Nasib Fikayo Tomori bahkan disebut lebih mengkhawatirkan.

Bek asal Inggris itu dinilai mengalami penurunan performa dalam beberapa musim terakhir sejak membawa Milan meraih gelar Serie A.

Selain dinilai kurang nyaman memainkan bola dari lini belakang, Tomori juga dianggap terlalu sering melakukan kesalahan saat membangun serangan.

Faktor lain yang memperbesar peluang kepergiannya adalah kontraknya yang akan berakhir kurang dari satu tahun lagi.

Hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak, sehingga Milan dikabarkan siap melepasnya dengan harga sekitar 15 hingga 20 juta euro agar tidak kehilangan sang pemain secara gratis pada akhir musim.

Laporan yang sama juga menyebut Juventus telah menunjukkan ketertarikan untuk memboyong Tomori.

Bartesaghi Kehilangan Kepercayaan

Davide Bartesaghi juga masuk dalam daftar pemain yang masa depannya belum aman.

Musim lalu, pemain muda jebolan akademi Rossoneri itu mendapat banyak kepercayaan dari Allegri hingga mampu menembus tim utama.

Namun, Amorim memiliki kriteria berbeda untuk posisi wing-back kiri.

Ia lebih menyukai pemain yang memiliki kecepatan tinggi, eksplosif, serta kuat dalam duel satu lawan satu, seperti yang pernah ia gunakan pada sejumlah pemain, termasuk Diogo Dalot, Noussair Mazraoui, Patrick Dorgu, Tyrell Malacia, Geovany Quenda, hingga Nuno Mendes.

Bartesaghi memang dinilai memiliki teknik yang baik, tetapi dianggap belum memiliki karakter eksplosif yang diinginkan Amorim.

Posisinya bahkan bisa semakin terancam apabila Milan kembali mendatangkan pemain baru untuk memperkuat sektor kiri.

Saelemaekers Harus Tingkatkan Kontribusi

Sementara itu, Alexis Saelemaekers juga berpotensi kehilangan tempat di tim utama.

Amorim menginginkan wing-back yang mampu memberikan ancaman nyata di lini serang, baik melalui kemampuan menggiring bola maupun produktivitas gol dan assist.

Selama sesi latihan pramusim, Amorim bahkan sempat mencoba Samuel Chukwueze sebagai wing-back kanan meski posisi naturalnya adalah winger.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Amorim mencari pemain dengan karakter yang lebih agresif di sektor sayap.

Saelemaekers selama ini dikenal sebagai pemain pekerja keras yang mampu menjaga keseimbangan permainan, tetapi kontribusi ofensifnya dinilai masih kurang.

Musim lalu ia hanya mencatatkan tiga gol dan lima assist di semua kompetisi.

Sebagai perbandingan, Amorim pernah mengubah Amad Diallo menjadi wing-back yang sangat produktif. Dalam empat bulan di bawah arahannya, pemain asal Pantai Gading itu mampu membukukan delapan gol dan tujuh assist.

Catatan tersebut menjadi gambaran standar tinggi yang diinginkan Amorim dari pemain yang mengisi posisi sayap.

Karena itu, empat mantan andalan Allegri kini harus bekerja lebih keras jika ingin kembali menjadi pilihan utama di era baru AC Milan.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.