Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Ketua Pengadilan SoE, Gustav Bless Kupa, menyampaikan bahwa 80 % kasus pidana di Kabupaten TTS didominasi oleh kasus kekerasan terhadap anak saat hadir pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Perayaan HAN yang berlangsung di GMIT Ebenhaizer Oenino, Desa Oenino, Kecamatan Oenino Kabupaten TTS pada Kamis (23/7/2026) berlangsung lancar dan meriah.
Dalam sambutannya, Gustav menyampaikan selamat hari anak Tahun 2026 kepada seluruh anak Indonesia khususnya anak-anak Kabupaten TTS.
"Selamat merayakan hari anak nasional Tahun 2026 bagi seluruh anak-anak. Ini menjadi waktu yang sangat indah, saya boleh hadir untuk merayakan hari anak nasional bersama-sama disini," jelasnya.
Gustav menyebutkan bahwa berkaitan perlindungan hukum, sebagai aparat penegak hukum tugasnya bersinggungan dengan peraturan perlindungan anak dan melindungi anak.
"Tugas kami sebagai aparat penegak hukum, kami bersinggungan dengan Undang-Undang Perlindungan anak, kami wajib melindungi anak-anak dari segi hukum dan keselamatan. Ada hukum yang melindungi kalian, jangan takut kalian punya masa depan," ungkapnya.
Berkaitan dengan tema hari anak nasional yaitu Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, ia menyebutkan bahwa tema tersebut sangat luar biasa karena nasip bangsa ditentukan oleh anak-anak saat ini.
"Khususnya perkata pidana yang kami tangani sebanyak 80 % kasus PPA kususnya Asusula. Sedangkan perkara perdata didominasi oleh 80 % kasus perceraian. Ini tentunya korbannya adalah anak. Itu jadi PR untuk kita," tegasnya.
Menurutnya membangun keluarga yang kokoh menjadi pondasi yang penting untuk perkembangan anak. Sebab keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar dan bertumbuh.
"Bagaimana kita mau mendidik anak anak kalau rumah tangga kita berantakan. Mari kita lindungilah anak-anak kita, kita bangun rumah tangga yang kokoh agar anak-anak tidak menjadi korban. Kepada anak-anak, teruslah belajar dan gapai cita-cita kalian," tutupnya.
Perayaan hari anak nasional diikuti oleh kurang lebih 1.500 anak-anak dari 23 jemaat di Klasis Amanuban Tengah Utara, serta beberapa perwakilan dari Klasis lain, serta dari desiminasi yang lain.
Acara berlangsung meriah sebagai hasil dari kolaborasi bersama antara Dinas P3A, Klasis Amanuban Tengah Utara bersama Mitra NGO.
Dengan perayaan ini, diharapkan ruang aman bagi anak anak di Kabupaten TTS dapat tercipta berkat kolaborasi semua pihak menuju penurunan angka kekerasan terhadap anak, juga menuju Kabupaten layak anak. (any)