TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya keberadaan wisatawan asal Indonesia bernama Femas kabur saat liburan ke Korea Selatan mulai terdeteksi.
Femas diketahui nekat memisahkan diri dari rombongan tur dan diduga mengincar status pekerja ilegal (overstay) di Korea Selatan.
Setelah viral, porsi ruang gerak Femas kini semakin menyempit usai ditolak oleh komunitas warga negara Indonesia (WNI) di sana.
Pemilik agensi travel Berani Backpacker, Dhani, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun pada Jumat (24/7/2026), Femas kini terlunta-lunta dan terus berpindah tempat tinggal di Korea Selatan.
"Izin tinggal Femas sebenarnya sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 13 Juli 2026," kata Dhani saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Dhani menjelaskan, beberapa WNI di Korea Selatan sempat melihat keberadaan Femas.
Dalam pelariannya, Femas sempat berusaha bergabung dengan komunitas WNI lokal agar mendapatkan tempat bernaung.
Namun, permintaan tersebut ditolak lantaran status Femas yang sudah ilegal.
Baca juga: Akhirnya Keberadaan WNI yang Kabur di Korea Selatan Mulai Terendus, Femas Panik Diburu Petugas
Ditolak oleh komunitas setempat membuat Femas kebingungan.
Dari data dan laporan yang diterima pihak travel, Femas berpindah-pindah lokasi untuk mencari kamar penginapan, sementara bekal finansialnya kian menipis.
"Dari info yang didapatkan, uangnya juga menipis. Tidak ada yang menampung karena statusnya kaburan (overstay)," jelas Dhani.
Sebelumnya, dalam wawancara pada Senin (20/7/2026), Dhani juga menyebutkan bahwa keberadaan Femas sempat terpantau berada di wilayah Gyeonggi-do.
Pada hari-hari pertama menghilang, Femas diketahui menumpang tidur di salah satu tempat ibadah di kawasan tersebut.
Hal itu turut diperkuat oleh pengakuan sejumlah warganet di platform Threads yang mengaku sempat melihat keberadaan Femas.
"Karena sekarang dia sudah berpindah posisi, harapannya banyak yang berani melaporkan ketika menemukan dia lagi," ujar Dhani.
Sumber: Kompas.com