SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban IPS kelas 10 SMA halaman 57-58 Kurikulum Merdeka Revisi.
AKTIVITAS 1.9
Menganalisis Ruang Berdasarkan Pendekatan Geografi
Tugas ini dikerjakan secara berkelompok (3-4 orang). Ikuti langkah-langkah berikut.
Amatilah lingkungan tempat kalian tinggal, ambil satu contoh kasus tentang masalah lingkungan dan manusia yang sedang dan pernah terjadi. Contohnya, polusi udara, pencemaran air, alih fungsi lahan, tanah longsor, kenaikan permukaan air laut, abrasi, pencemaran air laut, kepunahan spesies endemik, dan lain sebagainya.
Gunakan salah satu pendekatan geografi untuk melakukan analisis dari kasus yang kamu pilih.
Selanjutnya, gunakanlah peta atau untuk menjelaskan analisismu. Kamu dapat mengakses peta melalui situs situs web Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayahmu.
Buatlah laporan dalam bentuk digital atau non digital. Cantumkan berbagai sumber referensi yang kamu gunakan. Presentasikan laporan kalian di kelas.
Contoh Jawaban:
Menganalisis Ruang Berdasarkan Pendekatan Geografi
Judul: Analisis Masalah Banjir Menggunakan Pendekatan Keruangan (Spasial)
Kasus:
Di lingkungan tempat tinggal saya, banjir sering terjadi ketika hujan deras turun selama beberapa jam. Genangan air biasanya terjadi di jalan utama dan permuki-man yang berada di dataran rendah. Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat, menyebabkan kemacetan, dan terkadang merendam rumah warga.
Pendekatan Geografi:
Pendekatan Keruangan (Spasial)
Pendekatan keruangan digunakan untuk menganalisis suatu fenomena berdasarkan lokasi dan karakteristik ruang. Pada kasus banjir, wilayah yang sering tergenang umumnya berada di daerah yang lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 SD Halaman 22 Kurikulum Merdeka Revisi, Indonesia Zamrud di Khatulistiwa
Selain itu, saluran drainase yang sempit dan banyaknya bangunan yang menutupi daerah resapan air menyebabkan air hujan sulit mengalir.
Akibatnya, ketika curah hujan tinggi, air menggenang dan menimbulkan banjir.
Analisis:
Banjir di wilayah tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kondisi topografi yang rendah, sistem drainase yang kurang memadai, dan berkurangnya lahan resapan akibat pembangunan permukiman. Dari sisi keruangan, lokasi yang berada di dekat sungai atau saluran air memiliki tingkat kerawanan banjir yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penataan ruang menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir.
Upaya Penanggulangan:
1) Memperbaiki dan membersihkan saluran drainase secara rutin.
2) Menambah ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air.
3) Tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air.
4) Menanam pohon di sekitar permukiman.
5) Mengatur pembangunan agar tidak menutup seluruh daerah resapan air.
Kesimpulan
Melalui pendekatan keruangan dapat diketahui bahwa banjir dipengaruhi oleh kondisi lokasi, topografi, drainase, dan penggunaan lahan. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, masyarakat dan pemerintah dapat menentukan langkah yang tepat untuk mengurangi risiko banjir.