Laporan Wartawan Tribun Papua, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kabar duka datang dari Papua. Mantan Wali Kota Jayapura sekaligus tokoh sepak bola Papua, Manase Robert Kambu, meninggal dunia di RSUD Dok II Jayapura, Jumat (24/7/2026) pagi.
Kepergian sosok yang akrab disapa Bapak MR itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Papua, serta insan sepak bola Tanah Papua.
M.R. Kambu dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan besar dalam perjalanan Persipura Jayapura hingga menjadi klub yang disegani di tingkat nasional maupun Asia.
Ketua Komunitas Suporter Black Danger Community Persipura 1963 (BDC 1963), Jansen Previdea Kareth, menyebut wafatnya M.R. Kambu merupakan kehilangan besar bagi Papua.
Baca juga: Mantan Wali Kota Jayapura Manase Robert Kambu Wafat, Tinggalkan Warisan Filosofis untuk Persipura
"Atas nama Ketua dan seluruh pengurus Black Danger Community Persipura 1963, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Drs. Manase Robert Kambu, M.Si. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Jansen.
Menurutnya, M.R. Kambu bukan hanya dikenal sebagai mantan kepala daerah, tetapi juga sebagai tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk kemajuan sepak bola Papua.
"Papua kehilangan sosok inspiratif. Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga figur yang mampu mempersatukan masyarakat melalui sepak bola. Dedikasi dan loyalitasnya telah mengangkat harkat dan martabat orang Papua di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Manase Robert Kambu merupakan salah satu tokoh berpengaruh di Papua yang kiprahnya dikenal luas di bidang pemerintahan dan olahraga.
Di dunia pemerintahan, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Jayapura. Sementara di dunia olahraga, ia dikenal sebagai salah satu arsitek kebangkitan Persipura Jayapura.
M.R. Kambu pernah dipercaya sebagai Ketua Umum sekaligus Manajer Persipura Jayapura. Pada masa kepemimpinannya, Persipura memasuki era keemasan dengan meraih berbagai prestasi di kompetisi nasional.
Ia menjadi salah satu tokoh yang mengantar Persipura meraih gelar juara Divisi Utama Liga Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya pula, Persipura tampil mewakili Indonesia pada ajang AFC Cup 2011 dan berhasil melaju hingga babak perempat final.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik klub asal Papua di kompetisi antarklub Asia.
Tak hanya dikenal sebagai administrator sepak bola, M.R. Kambu juga dikenang sebagai sosok yang kerap memberikan motivasi kepada para pemain Persipura.
Jansen mengaku masih mengingat pesan almarhum yang selalu disampaikan kepada para pemain sebelum bertanding.
"Beliau pernah mengatakan bahwa bermain untuk Persipura memiliki tiga makna, yaitu demi kemuliaan Tuhan, demi harga diri orang Papua, dan agar dunia mengenal orang Papua. Kalimat itu menjadi semangat bagi para pemain hingga sekarang," ungkapnya.
Baca juga: Persipura Geber Persiapan Musim Baru, Boyong 23 Pemain Termasuk Boaz Solossa dan Kelly Sroyer
Menurut Jansen, pesan tersebut mencerminkan bagaimana M.R. Kambu memandang Persipura bukan sekadar klub sepak bola, tetapi sebagai simbol kebanggaan masyarakat Papua.
"Beliau mencurahkan jiwa, raga, pikiran, dan cintanya untuk membangun Persipura. Berkat dedikasinya, nama Papua semakin dikenal melalui prestasi sepak bola," katanya.
Ia menambahkan, keluarga besar BDC 1963 bersama seluruh suporter Persipura merasa sangat kehilangan atas wafatnya sosok yang telah banyak berjasa bagi perkembangan sepak bola Papua.
"Jasa beliau akan terus dikenang. Persipura kehilangan salah satu tokoh terbaik yang pernah dimiliki Papua," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah M.R. Kambu akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Nuri, Abepura, Kota Jayapura. Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan ke Sorong untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kepergian M.R. Kambu tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Papua yang mengenalnya sebagai pemimpin, penggerak olahraga, sekaligus tokoh yang mengangkat nama Bumi Cenderawasih melalui Persipura Jayapura. (*)