TRIBUNMANADO.CO.ID -- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,7 terjadi di wilayah Kabupaten Buru, Maluku, pada Jumat (24/7/2026) sore.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran gempa tercatat terjadi pada pukul 17.15 WIB atau 19.15 WIT.
Pusat gempa (episentrum) berada di koordinat 3,27° LS dan 127,04° BT.
Lokasi tersebut berjarak 6 kilometer barat daya Buru, Maluku, dengan kedalaman 42 kilometer.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan.
"Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubaha seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X mereka.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini