TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor Kiesha Alvaro mengungkap tantangan yang paling membekas selama proses syuting film horor Sihir Tanah Kubur.
Salah satunya ketika ia harus melafalkan mantra berbahasa Jawa yang ternyata baru diterimanya sesaat sebelum kamera mulai merekam.
Pemeran Gema itu mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu jam, bahkan mungkin setengah jam, untuk mempelajari mantra yang cukup panjang tersebut.
"Untuk scene mantra itu, saya belajar kalau nggak salah ya sama Pak Jero, cuma sejam atau setengah jam sebelum take," kata Kiesha Alvaro di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, belum lama ini.
Awalnya, Kiesha memang sudah diberi tahu bahwa ada adegan membaca mantra. Namun, ia tidak menyangka panjangnya bacaan yang harus dihafalkan.
Baca juga: Ungkapan Bangga Pasha Ungu MelihatKarier Kiesha Alvaro di Dunia Film
"Iya, jadi sejam sebelumnya saya tahu ada baca mantra, cuma saya nggak expect akan sepanjang itu," ucapnya.
"Dan dikabarinnya cukup dekat sebelum waktu take," ujar Kiesha sambil tertawa.
Beruntung, ia mendapat pendampingan langsung dari sutradara JeroPoint sehingga akhirnya mampu melafalkan mantra tersebut dengan baik saat pengambilan gambar.
"Tapi ya alhamdulillah dibantu bisa. Terus kalau artinya, jujur kalau sekarang sih sudah lupa. Tapi pada saat itu saya bertanya juga soal artinya apa ke Mas Jero," tuturnya.
Kiesha kemudian masih mengingat sebagian penggalan mantra yang diucapkannya dalam film.
"Ya mungkin dikit, kan ada bacaan, 'Aku nyebut asmamu ora kanggo nyembah, nanging kanggo ngugemi pangandikamu sing lawas'," ucapnya.
"'Aku menyebut namamu, tapi bukan untuk menyembah.' Terus sisanya kayak mengembalikan sesuatu yang lama ya, something like that lah," kata Kiesha.
Adegan pembacaan mantra itu menjadi bagian dari rangkaian ritual Kebo Ireng, salah satu elemen penting yang dihadirkan dalam Sihir Tanah Kubur.
Ritual tersebut dikembangkan khusus untuk kebutuhan cerita, meski terinspirasi dari tradisi Kebo-keboan yang dikenal masyarakat Banyuwangi.
Sutradara JeroPoint mengatakan tim produksi turut melibatkan pelaku dan praktisi ritual agar gestur, simbol, musik, hingga koreografi yang ditampilkan terasa autentik tanpa menyalin praktik asli tradisi tersebut.
"Aku menyaksikan ritual Kebo-keboan di Banyuwangi, itu seru banget, magisnya terasa. Berangkat dari situ aku terinspirasi mau buat ritual eksotis di film Sihir Tanah Kubur," kata Jeropoint.
"Ya tentu dengan melibatkan para praktisi-praktisi supranatural agar tercipta performance ritual yang magisnya bisa dirasakan penonton," terusnya.
Jero memastikan semua element horor di film tersebut hasil dari diskusi dengan orang-orang yang memang mengerti.
"Mantra, simbol, properti, musik, koreo, semua diciptakan khusus bersama para praktisi ritual untuk film Sihir Tanah Kubur, jadi bisa dibilang ini ritual asli," ujar JeroPoint.
Diproduseri Raam Punjabi serta disutradarai dan ditulis JeroPoint, Sihir Tanah Kubur mengisahkan Yusuf (Ariyo Wahab), seorang kiai yang dihormati di desanya.
Setelah sang ibu meninggal dunia, ia diteror sihir tanah makam yang mengarah pada kemunculan Makam Wurung, makam kosong yang dipercaya membawa petaka.
Di tengah konflik keluarga yang semakin memanas, Gema (Kiesha Alvaro) dan Naya (Adzwa Aurell) ikut terseret dalam rahasia kelam yang membangkitkan iblis dari garis keturunan mereka sendiri.
Film ini telah tayang di bioskop seluruh Indonesia dan membuka penayangannya dengan meraih 57.357 penonton pada hari pertama.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)