TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Pengucapan syukur di Minahasa yang dirayakan pada Minggu 26 Juli 2026, identik dengan berbagai hidangan makanan.
Mulai makanan biasa hingga makanan ekstrem.
Ada makanan yang sejak dulu hampir selalu tampil di meja makan, namun kini sudah jarang ditemui, lantaran perubahan zaman.
Makanan tersebut adalah RW, awalnya berbahan dasar daging anjing.
"Sejak saya kecil RW sudah ada, " jelas Tanta Ita Warga Luaan, Tondano Barat, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara saat ditemui Tribun Manado, Jumat 24 Juli 2026.
Ia mengatakan RW merupakan singkatan dari rintek wuuk.
Rintek artinya alus atau pendek, Wuuk artinya rambut atau bulu.
Keseluruhan artinya rambut pendek atau bulu halus.
"Sejak dulu bahasa di Tondano seperti itu, sebab dulu hampir setiap rumah ada anjing sebagai penjaga," ujarnya yang kini sudah berusia 60 tahun.
Namun kini konsumsi daging anjing sudah berkurang, diganti dengan daging lain seperti bebek.
Sehingga sering kita mendengarnya dengan sebutan RW bebek.
"Bumbunya sama, tapi dagingnya beda," jelasnya.
Ia menjelaskan beberapa bahan untuk memasak RW di antaranya:
"Biasanya dimasak sekitar dua jam, tergantung dari dagingnya," jelas dia.
Ia mengatakan, bedanya dengan bebek mungkin tidak menggunakan cap tikus. (AMG)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini