Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Universitas Terbuka (UT) Surabaya memperkuat kerja sama dengan lima sekolah di Kota Surabaya sebagai lokasi penyelenggaraan ujian tatap muka dan ujian online.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersama yang berlaku selama lima tahun.
Lima sekolah yang menjadi mitra tersebut yakni SMAN 17 Surabaya, SMPN 17 Surabaya, SMPN 35 Surabaya, SMKN 3 Surabaya, dan SMK PGRI 13 Surabaya.
Direktur UT Surabaya, Prof. Dr. Suparti, M.Pd. mengatakan, kerja sama ini diperlukan karena jumlah mahasiswa UT Surabaya yang mencapai sekitar 42 ribu orang tidak memungkinkan seluruh ujian dilaksanakan di kampus.
"Mahasiswa kami sekitar 42 ribu orang. Gedung yang kami miliki tentu tidak mampu menampung seluruh peserta ujian. Karena itu kami harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah sebagai lokasi pelaksanaan ujian," ujarnya usai penandatanganan kerja sama, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kerja sama serupa juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Setiap daerah rata-rata memiliki empat hingga lima sekolah mitra, bahkan bisa mencapai 10 lokasi di daerah dengan jumlah mahasiswa yang besar seperti Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, dan Sidoarjo.
Suparti menjelaskan, perjanjian kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun dan akan diperbarui apabila kedua belah pihak masih sepakat melanjutkan kemitraan.
"Kerja sama ini menjadi dasar administrasi dan legalitas penyelenggaraan ujian. Setelah lima tahun akan diperbarui kembali apabila sekolah masih bersedia menjadi mitra," katanya.
Baca juga: Wisudawan Terbaik UT Surabaya Dapat Apresiasi dari Gubernur Jatim, Pilih Umrah atau Beasiswa S2
Ia menambahkan, sekolah negeri tidak menerima biaya sewa gedung karena mengikuti ketentuan pemerintah.
Namun, UT tetap memberikan honor kepada petugas yang terlibat, seperti penanggung jawab sarana prasarana, petugas kebersihan, keamanan, hingga pengawas ujian.
"Yang kami berikan adalah honor untuk petugas yang membantu pelaksanaan ujian, mulai dari pengelola sarpras, kebersihan, keamanan, hingga pengawas ruang ujian," jelasnya.
Pada semester ini, UT juga menerapkan registrasi terintegrasi, yang memungkinkan mahasiswa memilih sendiri jenis dan lokasi ujian sejak awal pendaftaran.
Mahasiswa dapat memilih ujian tatap muka, ujian online, ujian berbasis perangkat seluler (mobile), maupun ujian otomatis menggunakan perangkat pribadi.
"Kalau sebelumnya lokasi ujian ditentukan oleh kami, sekarang mahasiswa bebas memilih sendiri lokasi dan jenis ujian sesuai kebutuhannya. Apabila pada hari pelaksanaan mereka sedang bertugas di kota lain, tetap bisa mengajukan ujian di lokasi tersebut," katanya.
Menurutnya, sistem baru tersebut memberikan fleksibilitas yang lebih besar, mengingat sebagian besar mahasiswa Universitas Terbuka merupakan pekerja yang memiliki mobilitas tinggi.
Kepala SMPN 35 Surabaya, Sutarlia mengungkapkan pihaknya tidak keberatan menjadi fasilitator dilaksanakannya kegiatan UT Surabaya.
"Saya sudah bertanya ke warga sekolah, setelah tahun lalu menjadi tempat ujian. Apa keberatan, jika keberatan tentunya kami tidak akan menerima kerjasama ini. Tetapi ternyata pihak sekolah seluruhnya mendukung kerja sama ini,"pungkasnya.