Buka Kongres Umat Islam, Ketua MPR Singgung Indonesia Krisis 550 Ribu Guru dan Murid Pesantren
Adi Suhendi July 24, 2026 08:24 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyinggung sejumlah masalah di bidang sumber daya manusia (SDM), termasuk krisis kekurangan ratusan ribu guru dan murid pesantren di Indonesia.

Hal ini disampaikannya saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Muzani menegaskan bahwa seluruh permasalahan bangsa pada dasarnya dapat diselesaikan.

Syarat utamanya adalah umat Islam sebagai komponen terbesar bangsa harus bersatu.

"Sebab, jika umat Islam bersatu, maka umat bersatu, bangsa berdaulat, negara pasti akan kuat," ucap Muzani dalam pidato pembukaannya.

Lebih lanjut, Muzani merinci tantangan pendidikan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini.

Baca juga: Kongres Umat Islam 2026 Dibuka, MUI: Bahas Rekomendasi Strategis Hadapi Tantangan Geopolitik

Ia meyakini kebersamaan umat akan mempermudah penyelesaian krisis tenaga pendidik.

"Kalau kita bersatu, maka problem sumber daya manusia yang sekarang ini dipikirkan, misalnya kita kekurangan guru katanya sampai 550 ribu, bisa diselesaikan," tegasnya.

Selain masalah kekurangan guru, ia juga menyoroti kondisi riil yang terjadi pada institusi pendidikan Islam.

Banyak pondok pesantren yang saat ini tengah menghadapi masalah struktural hingga manajerial.

"Kalau kita bersatu, berbagai macam pondok pesantren yang sekarang mengalami berbagai macam persoalan, ada kekurangan dana, ada mismanajemen, ada kualitas sumber daya manusia, bahkan di berbagai macam pondok pesantren mulai ada kekurangan murid, itu pun bisa diselesaikan," ujar Muzani.

Baca juga: KUII 2026, MUI Minta Umat Islam Konsisten Kawal Kemerdekaan Palestina

Untuk menjawab masalah itu, Muzani mengingatkan agar kongres ini kembali pada tujuan utamanya.

Ia meminta agar nilai-nilai gotong royong terus digaungkan.

"Karena itu pesan saya, tema persatuan, tema persaudaraan, tema ukhuwah, tema kebersamaan, bahkan tema kegotongroyongan umat harus tetap menjadi gelora bagi Kongres Umat Islam yang kedelapan," tuturnya.

Lebih lanjut, Muzani menyimpulkan bahwa urusan umat Islam dan urusan negara adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

"Kalau kita bicara persoalan umat, itu berarti kita bicara persoalan bangsa. Kalau kita bicara persoalan bangsa, itu berarti bicara persoalan umat. Umat ya bangsa, bangsa ya umat," tutupnya.

Pertemukan 87 Ormas Islam

Sebagai informasi, Kongres Umat Islam VIII ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.

Adapun forum ini juga mempertemukan pimpinan dari 87 organisasi masyarakat (ormas) Islam tingkat nasional untuk merumuskan arah kebijakan dan solusi bagi permasalahan bangsa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.